BREN Alokasikan Rp 4,17 T untuk EBT di 2026, Proyek Hamidin Berkembang

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
BREN Alokasikan Rp 4,17 T untuk EBT di 2026, Proyek Hamidin Berkembang

Persiapan Modal Belanja yang Signifikan

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), sebuah perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, telah menyiapkan modal belanja atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 250 juta dolar atau sekitar Rp 4,17 triliun (kurs Rp 16.698 per dolar AS) untuk tahun depan. Direktur BREN Hsing Chee Shiam menjelaskan bahwa alokasi belanja modal ini meningkat dibandingkan tahun ini yang sebesar US$ 100 juta. Hal ini berkaitan dengan rencana aktivitas yang dimiliki BREN, termasuk aset dan unit yang sudah ada.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama BREN Tan Hendra Soetjipto menargetkan agar kapasitas pembangkit listrik dapat mencapai total 2.300 MW pada 2032. Salah satu cara untuk mencapai target tersebut adalah dengan pengembangan empat proyek strategis yang sedang dieksekusi.

Empat Proyek Strategis yang Sedang Dikembangkan

Pertama, Proyek Wayang Windu Unit 3 akan menambah kapasitas lebih dari 30 MW dan ditargetkan rampung pada kuartal keempat 2026. Kedua, Proyek Salak Unit 7 akan menambah lebih dari 40 MW dan diproyeksikan selesai pada kuartal keempat 2026. Ketiga, Wayang Windu Unit 1 dan 2 Retrofit akan menambah 18,4 MW dan ditargetkan tuntas pada kuartal keempat 2025. Keempat, Proyek Darajat Unit 3 Retrofit akan menambah lebih dari 7 MW setelah selesai pada 2026.

Saat ini, BREN mengoperasikan tiga aset panas bumi yang berasal dari tiga proyeknya yakni, Wayang Windu, Salak dan Darajat dengan total kapasitas terpasang 710 MW. Kapasitas ini menjadikan BREN sebagai pemimpin di sektor panas bumi nasional.

Perkembangan Proyek Hamidin

Hendra juga memaparkan perkembangan proyek sumber daya panas bumi Hamiding di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang berpotensi menghasilkan 275–550 MW listrik. Melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, BREN telah menyelesaikan pembangunan jalan, infrastruktur pendukung hingga jembatan untuk mendukung kegiatan pengeboran.

"Target kami adalah menyelesaikan pengeboran di sumur. Kami baru saja menuntaskan sumur pertama," ujar Hendra. BREN sebelumnya melaporkan telah memulai pengeboran sumur eksplorasi atau tajak sumur pertama di wilayah Hamiding pada 18 Oktober lalu. Sumber panas bumi tersebut diperkirakan menjadi salah satu area eksplorasi paling strategis di kawasan timur Indonesia.

Setelah pengeboran tahap pertama, perseroan berencana melakukan well test untuk menguji potensi produksi sumur pada Desember tahun ini. Selain itu, BREN juga telah memulai pengeboran sumur kedua yang diperkirakan rampung pada bulan yang sama.

"Setelah itu, kami akan melanjutkan dengan well test terhadap sumur kedua," kata Hendra. Pada tahap awal, perseroan menargetkan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 50 MW dari total potensi 300 MW kapasitas terpasang. Proyek ini diharapkan berkontribusi terhadap bauran energi nasional dan mendukung transisi menuju energi bersih.

Kegiatan pengeboran dilakukan menggunakan Drilling Rig 253 berkapasitas 1.500 HP, yang dirancang untuk menembus formasi geologi kompleks dan mencapai kedalaman target reservoir panas bumi. Seluruh proses dilakukan dengan standar keselamatan tinggi, memperhatikan perlindungan lingkungan, serta melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan