
Liverpool Kembali Gagal Menang di Liga Inggris
Liverpool kembali mengalami kekalahan setelah bertanding melawan Brentford dengan skor 2-3 di Gtech Community Stadium pada Minggu (26/10) dini hari. Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi The Reds di Liga Inggris, yang menunjukkan bahwa tim asuhan Keith Andrews sedang dalam kondisi yang tidak stabil.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam laga ini, Brentford tampil sangat agresif dan berhasil membuka keunggulan sejak awal pertandingan. Mereka menggunakan serangan-serangan cepat dan lemparan jauh untuk memperkuat tekanan mereka terhadap gawang Liverpool. Pada menit awal, Michael Kayode melakukan umpan silang dari sisi kiri lapangan, yang kemudian dibelokkan oleh Kristoffer Ajer di tiang dekat. Bola tersebut jatuh ke kaki Dango Ouattara, yang dengan gerakan akrobatik berhasil memasukkan bola ke gawang Liverpool.
Sejak awal musim 2024/2025, Brentford telah mencetak delapan gol dari lemparan ke dalam, jumlah yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan tim lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa strategi mereka sangat efektif dalam menghadapi lawan-lawan besar.
Florian Wirtz memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan bagi Liverpool, tetapi gagal memanfaatkannya. Di babak pertama, Brentford berhasil memperlebar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-45. Mikkel Damsgaard memberikan umpan terobosan yang diteruskan oleh Kevin Schade, yang mampu mencetak gol dengan penyelesaian satu lawan satu.
Di penghujung babak pertama, Liverpool berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Milos Kerkez mencetak gol setelah menerima umpan silang dari Conor Bradley, memberikan harapan bagi timnya. Namun, drama terjadi ketika Virgil van Dijk melakukan tekel terhadap Ouattara. Awalnya, wasit Tim Robinson memberikan keputusan tendangan bebas di luar kotak penalti. Namun, setelah tinjauan VAR, wasit mengubah keputusan dan memberikan penalti kepada Brentford, yang dieksekusi dengan baik oleh Igor Thiago.
Mohamed Salah, yang kembali bermain setelah dicadangkan dalam laga melawan Eintracht Frankfurt, memberikan secercah harapan bagi Liverpool dengan golnya pada menit ke-89. Meski begitu, ia gagal memanfaatkan peluang terbaik untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-101.
Dengan hasil pertandingan ini, Liverpool kini berada di posisi keenam klasemen dan bisa terancam turun lebih jauh jika Tottenham Hotspur dan Crystal Palace meraih kemenangan dalam laga mereka. Brentford sendiri telah memenangkan 33% dari total pertandingan melawan juara bertahan Liga Inggris, mencatatkan tiga kemenangan dari sembilan pertemuan.
Di sisi lain, Liverpool kini telah mengalami jumlah kekalahan yang sama di Liga Inggris musim 2025/2026 seperti yang mereka alami sepanjang musim lalu, dengan empat kekalahan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Februari 2021.
Dengan kekalahan ini, Liverpool menjadi juara bertahan Liga Inggris keempat yang mengalami empat kekalahan beruntun, bergabung dengan Leicester City pada 2016/2017, Liverpool sendiri pada 2020/2021, dan Manchester City musim lalu. Ketiga tim tersebut masing-masing mengakhiri musim di posisi ke-12, ketiga, dan ketiga.
Gol indah yang dicetak oleh Salah di menit-menit akhir membuatnya hanya berjarak satu gol lagi untuk mencapai 250 gol bagi Liverpool. Jika ia terlibat dalam gol lagi di Liga Inggris, ia akan berada di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa.