BRI Bagikan Dividen Interim Rp 137 per Saham, Ini Jadwal Lengkapnya

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 17x dilihat
BRI Bagikan Dividen Interim Rp 137 per Saham, Ini Jadwal Lengkapnya

Dividen Interim BRI untuk Tahun Buku 2025

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah menetapkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil setelah mendapatkan persetujuan dari Direksi dan Dewan Komisaris BRI pada 15 Desember 2025. Total dividen interim yang akan dibagikan sebesar Rp 20,63 triliun atau setara dengan Rp 137 per saham.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Perseroan akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 137 per lembar saham,” demikian pernyataan direksi BRI dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (17/12/2025).

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba bersih BRI yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per akhir kuartal III-2025 mencapai Rp 40,77 triliun. Dengan besaran dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun, jumlah tersebut setara dengan sekitar 50 persen dari laba bersih perseroan.

Jadwal Pembagian Dividen Interim BRI

Berikut adalah jadwal pembagian dividen interim BRI yang telah ditetapkan:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 29 Desember 2025
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 Desember 2025
  • Cum dividen di pasar tunai: 2 Januari 2026
  • Tanggal pencatatan (recording date) atau daftar pemegang saham (DPS): 2 Januari 2026 pukul 16.00 WIB
  • Ex dividen di pasar tunai: 5 Januari 2026
  • Pembayaran dividen tunai: 15 Januari 2026

Kinerja Keuangan BRI pada Kuartal III-2025

Secara konsolidasi, BRI membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 41,23 triliun pada kuartal III-2025. Angka ini mengalami penurunan sebesar 9,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 45,36 triliun.

Meski laba menurun, kinerja intermediasi BRI tetap tumbuh. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2025, penyaluran kredit BRI meningkat sebesar 6,2 persen yoy menjadi Rp 1.438,11 triliun per September 2025. Dari total kredit tersebut, penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 1.150,73 triliun atau setara 80,02 persen dari total portofolio kredit perseroan.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross BRI meningkat dari 2,90 persen pada September 2024 menjadi 3,08 persen pada September 2025. Adapun NPL coverage tercatat sebesar 183,09 persen.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Rasio Modal

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) BRI tumbuh sebesar 8,2 persen menjadi Rp 1.474,78 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2025. DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp 435,07 triliun, tabungan Rp 562,55 triliun, dan deposito Rp 477,16 triliun.

Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 25,42 persen, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 86,52 persen pada kuartal III-2025.

Pertumbuhan Aset BRI

Hingga akhir September 2025, total aset BRI tumbuh sebesar 6,55 persen yoy menjadi Rp 2.123,45 triliun, dibandingkan Rp 1.992,98 triliun pada September 2024. Pertumbuhan aset ini menunjukkan kinerja yang stabil meskipun ada tekanan dari penurunan laba bersih.

Dengan pembagian dividen interim yang dilakukan, BRI menunjukkan komitmennya terhadap pemegang saham melalui pembagian keuntungan yang proporsional. Selain itu, pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana yang signifikan memberikan indikasi bahwa BRI masih mampu menjaga stabilitas operasionalnya di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan