
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama perekonomian nasional. Program-program yang dijalankan BRI bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Seiring dengan semangat Asta Cita yang menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat, BRI telah menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM secara terintegrasi. Hal ini dilakukan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan daya saing usaha kecil di tengah dinamika perekonomian yang semakin kompleks.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam acara jumpa pers mengenai kinerja keuangan BRI Triwulan III 2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menyampaikan bahwa keberhasilan program pemberdayaan menjadi fondasi penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Ia menjelaskan bahwa hingga akhir September 2025, BRI telah membina sebanyak 4.909 Desa BRILiaN yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan 41.715 klaster usaha sebagai bagian dari strategi penguatan sektor produktif berbasis komunitas.
BRI juga meluncurkan layanan LinkUMKM yang telah dimanfaatkan lebih dari 13,6 juta pelaku UMKM. Layanan ini membantu para pengusaha kecil dalam memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mempercepat proses naik kelas. Untuk menunjang pengembangan UMKM, BRI juga membina 54 Rumah BUMN dan telah melakukan 17 ribu pelatihan.
“Program pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh BRI tidak hanya menjadi bentuk komitmen sosial perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kinerja bisnis,” ujar Agus Noorsanto.
Selain fokus pada pemberdayaan UMKM, kinerja keuangan BRI hingga Triwulan III 2025 juga menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh sebesar 8,2 persen YoY menjadi Rp1.474,8 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang terus menguat.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen YoY menjadi Rp1.438,1 triliun. Perbaikan fundamental kinerja BRI berdampak positif terhadap capaian laba perusahaan. Hingga akhir Triwulan III 2025, BRI berhasil mencatatkan Laba Bersih sebesar Rp41,2 triliun.
Berbagai inisiatif dan program yang dilakukan BRI menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun perekonomian yang lebih kuat dan adil. Dengan fokus pada UMKM, BRI tidak hanya memperkuat sektor ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan nasional secara keseluruhan.