
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 57,13 triliun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 5,2 persen dibandingkan laba bersih yang dicatatkan pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp 60,3 triliun. Meskipun terjadi penurunan, perbaikan fundamental kinerja BRI tetap memberikan dampak positif terhadap capaian laba tersebut.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025, BRI mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 57,132 triliun. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers Pemaparan Kinerja BRI Triwulan IV Tahun 2025 yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2026.
Selain itu, Hery juga menjelaskan bahwa total aset perseroan tumbuh sebesar 7,1 persen secara tahunan menjadi Rp 2.135 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat sebesar 7,4 persen (year on year/yoy) menjadi Rp 1.467 triliun. Pertumbuhan DPK tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA).
Biaya dana dari DPK pada akhir tahun 2025 tercatat turun menjadi 2,9 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun 2004, yang mencapai 3,1 persen. Penurunan biaya dana ini menjadi indikasi efisiensi dan keberhasilan pengelolaan dana oleh BRI.
Dalam hal penyaluran kredit, BRI mencatat pertumbuhan sebesar 12,3 persen (yoy) menjadi Rp 1.521 triliun. Fokus utama penyaluran kredit ini berada pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertumbuhan kredit dua digit ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional pada 2025 yang sebesar 9,6 persen (yoy).
Hery menegaskan bahwa pertumbuhan kredit yang signifikan ini diimbangi dengan penyaluran yang lebih prudent dan sehat. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang tercatat sebesar 3,07 persen hingga akhir triwulan IV 2025. Rasio NPL ini menunjukkan bahwa BRI tetap mempertahankan kualitas kredit yang baik meskipun terjadi pertumbuhan yang cukup pesat.
BRI juga terus berkomitmen untuk memperkuat posisi sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia. Dengan strategi yang terarah dan pengelolaan risiko yang baik, BRI berupaya untuk tetap menjadi mitra andalan bagi masyarakat dan pelaku usaha, khususnya UMKM. Selain itu, BRI juga fokus pada inovasi layanan dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional serta memberikan pengalaman yang lebih baik kepada nasabah.
Dengan capaian kinerja yang tercatat pada tahun 2025, BRI menunjukkan kemampuan untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Di masa depan, BRI akan terus mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar