
Membangun Budaya Inovasi di Sektor Publik
Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya memperkuat budaya inovasi di sektor publik. Dalam rangka meningkatkan pelaporan inovasi daerah, Brida bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menggelar sosialisasi yang difokuskan pada pelayanan publik. Kegiatan ini diselenggarakan secara luring dan daring pada Jumat (6/11/2025), dan melibatkan seluruh unit seperti Brida, Bapperida, Bappelitbangda, serta Balitbangda kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Narasumber dari KemenPANRB, Edwin Fauzi Irmandini, memberikan penjelasan mendalam tentang mekanisme pelaporan inovasi melalui aplikasi Sinovik. Ia menekankan pentingnya pelaporan yang akurat dan berkelanjutan agar inovasi daerah dapat berkompetisi di tingkat nasional dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pelaksana Tugas Kepala Brida Sulteng, Hasim R, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda administratif, tetapi langkah nyata untuk membangun budaya berpikir kreatif di lingkungan birokrasi daerah. “Sosialisasi ini memberikan panduan teknis agar setiap pemerintah daerah mampu melaporkan inovasinya secara tepat dan dapat berkontribusi dalam KIPP,” ujarnya.
Edwin menjelaskan bahwa KIPP merupakan implementasi dari Peraturan Menteri PANRB Nomor 91 Tahun 2021 tentang pembinaan inovasi pelayanan publik. Ia menekankan bahwa inovasi tidak selalu harus berupa teknologi canggih—melainkan juga bisa berupa perubahan sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kreativitas tidak selalu dimulai dari hal besar. Kadang justru dari penyesuaian kecil yang berdampak luas,” katanya.
Ia merinci lima kriteria utama yang harus dimiliki sebuah inovasi agar bisa bersaing di KIPP: kebaruan, efektivitas, manfaat, kemudahan replikasi, dan keberlanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang dilaporkan bukan hanya layak di atas kertas, tetapi juga bisa memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Edwin menyoroti pentingnya pelembagaan inovasi—sebuah proses menjaga agar gagasan kreatif tidak berhenti di satu periode kepemimpinan saja. “Seringkali, inovasi lahir dari semangat individu. Tapi keberlanjutannya hanya bisa dijamin jika menjadi bagian dari sistem,” jelas Edwin.
KIPP, lanjutnya, merupakan sarana bagi pemerintah untuk mendorong transformasi birokrasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan publik. Kompetisi ini menjaring inovasi dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, hingga BUMD. “Tujuannya adalah memperluas dampak inovasi dan memperkuat kepercayaan publik terhadap birokrasi,” ucapnya.
Tahun ini, tema besar KIPP 2025 adalah “Mewujudkan Pelayanan Publik Berdampak untuk Kesejahteraan Masyarakat.” Tema tersebut mencerminkan semangat pemerintah untuk tidak hanya menampilkan inovasi yang menarik, tetapi juga yang benar-benar meningkatkan kualitas hidup warga.
Edwin juga memaparkan syarat administrasi yang harus dipenuhi dalam kompetisi, mulai dari kesesuaian tema, penyusunan video inovasi, hingga penyertaan surat kesediaan replikasi. Ia menegaskan bahwa inovasi yang dapat diikutsertakan adalah program yang telah berjalan minimal dua tahun. “Konsistensi pelaksanaan menjadi indikator penting bahwa inovasi tersebut telah teruji di lapangan,” ujarnya.
Sesi sosialisasi ditutup dengan diskusi terbuka antara peserta dan narasumber. Sejumlah peserta mengangkat pertanyaan seputar kendala teknis pelaporan di aplikasi Sinovik serta strategi mempertahankan inovasi di tengah keterbatasan sumber daya. Suasana forum berjalan hangat—menunjukkan bahwa semangat berinovasi di Sulawesi Tengah terus tumbuh, tidak hanya di laboratorium riset, tetapi juga di ruang pelayanan publik tempat masyarakat menggantungkan harapan mereka setiap hari.