BRIN: Hujan Jakarta Terkontaminasi Mikroplastik, Ini Dampaknya!

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 14x dilihat
BRIN: Hujan Jakarta Terkontaminasi Mikroplastik, Ini Dampaknya!

Penelitian BRIN Ungkap Bahaya Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta

Penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa air hujan di Jakarta telah tercemar oleh partikel mikroplastik berukuran sangat kecil dan bersifat beracun. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Muhammad Reza Cordova, seorang peneliti ahli utama di Pusat Riset Oseanografi BRIN, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Direct pada Januari 2022. Penelitian ini mengungkap adanya partikel mikroplastik dalam setiap tetes air hujan di Jakarta, yang bisa membahayakan kesehatan manusia dan ekosistem.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penelitian Mendeteksi Partikel Mikroplastik dalam Air Hujan


Penelitian ini berlangsung selama 12 bulan dan melibatkan pengumpulan data menggunakan alat seperti rain gauge dan ombrometer. Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan dengan teknologi Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk mengidentifikasi jenis polimer plastik yang ditemukan. Hasilnya menunjukkan bahwa laju deposisi mikroplastik di Jakarta mencapai tiga hingga 40 partikel per meter persegi per hari, dengan rata-rata sekitar 15 partikel.

Apa Itu Mikroplastik?


Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran lebih kecil dari sebutir pasir. Partikel ini berasal dari pecahan plastik, serat sintetis, atau butiran mikro yang sering digunakan dalam produk kosmetik. Karena ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik sulit terdeteksi dan hampir mustahil dibersihkan dari lingkungan. Selain mencemari alam, partikel ini juga berdampak buruk terhadap kesehatan manusia.

Partikel mikroplastik dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara yang dihirup, makanan atau minuman yang tertelan, bahkan terserap lewat kulit. Mikroplastik juga membawa zat kimia beracun yang bisa mengganggu fungsi hormon, memicu stres oksidatif, menyebabkan kerusakan DNA jangka panjang, serta menimbulkan peradangan.

Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan


Paparan terhadap mikroplastik memiliki efek kronis yang bisa berlangsung lama. Beberapa risiko yang patut diwaspadai antara lain:

  • Peradangan kronis pada saluran pernapasan dan sistem pencernaan.
  • Gangguan hormon endokrin akibat paparan bahan kimia seperti Bisphenol A (BPA) yang terdapat dalam plastik.
  • Risiko penyakit kardiovaskular dan stres oksidatif karena akumulasi jangka panjang.
  • Dampak terhadap sistem reproduksi seperti penurunan berat testis janin, kerusakan sel epitel reproduksi, serta penurunan jumlah sperma.
  • Berperan sebagai pembawa logam berat dan mikroba patogen, yang memperparah efek buruk terhadap kesehatan manusia serta mempercepat penyebaran berbagai kontaminan lainnya.

Riset Dilakukan Sejak Tahun 2018


Reza menjelaskan bahwa penelitian tentang keberadaan mikroplastik dalam air hujan sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2018. Namun, temuan tersebut baru menarik perhatian publik secara luas setelah hasilnya dipublikasikan secara terbuka dan dikonfirmasi adanya partikel plastik yang ikut turun bersama air hujan di wilayah Jakarta.

Sejak awal, tim peneliti BRIN telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Pihak DLH disebut merespons dengan cepat dan mendorong adanya penelitian lanjutan, baik di wilayah perairan Jakarta maupun pada air hujan. Saat ini, belum ada standar baku mutu nasional yang mengatur batas aman kandungan mikroplastik di udara maupun air hujan. Reza berharap kolaborasi penelitian yang dilakukan dapat menjadi pijakan awal dalam penyusunan kebijakan nasional yang berbasis pada bukti ilmiah.

Tanggapan Pemprov DKI Jakarta


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai temuan BRIN sebagai peringatan penting terhadap kondisi lingkungan di ibu kota. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyebut hasil penelitian tersebut menjadi tanda bahaya yang menunjukkan bahwa polusi plastik kini telah mencapai lapisan atmosfer Jakarta.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pemprov DKI bekerja sama dengan BRIN memperluas pemantauan mikroplastik di udara dan air hujan melalui sistem Jakarta Environmental Data Integration (JEDI), sebuah platform berbasis data yang digunakan untuk memantau kualitas lingkungan. Data yang diperoleh dari sistem ini akan dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan pengendalian polusi plastik di Jakarta.

Pemerintah daerah juga memperkuat upaya pengurangan sampah plastik dari sumbernya melalui Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan, serta program Jakstrada Persampahan yang menargetkan pengurangan timbulan sampah sebesar 30 persen langsung dari sumbernya.

Selain memperkuat sistem pemantauan dan regulasi, DLH DKI juga menyiapkan kampanye publik bertajuk ‘Jakarta Tanpa Plastik di Langit dan Bumi’ untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan menghindari pembakaran limbah sembarangan.

Asep menekankan bahwa kondisi langit Jakarta saat ini seolah menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola bumi. Ia menambahkan bahwa perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan polusi plastik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan