
Penanganan Disiplin terhadap Anggota Polisi yang Menghilang
Bripda Muhammad Fadel, anggota Polres Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya menerima sanksi tegas setelah sempat dilaporkan hilang sejak 20 Agustus 2025 lalu. Setelah ditemukan, Fadel kini menjalani penempatan khusus dan dijatuhi sanksi disiplin berupa demosi serta penundaan pangkat.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnai membenarkan bahwa proses pemeriksaan terhadap anggota tersebut telah selesai dilakukan. Ia menyatakan, “Ya, informasinya sudah selesai diperiksa. Yang bersangkutan juga sudah disidang dan diberikan sanksi sesuai hasil keputusan sidang.”
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Kapolres, sidang disiplin terhadap Bripda Fadel telah berlangsung di internal Polres Kotim. Dari hasil sidang tersebut, diputuskan bahwa Fadel terbukti melakukan pelanggaran berupa disersi atau meninggalkan tugas tanpa izin dalam waktu yang cukup lama.
“Yang bersangkutan disersi atas kemauan sendiri. Ada hal yang perlu diselesaikan di luar kedinasan. Tapi dari sisi institusi, tindakan itu tetap merupakan pelanggaran,” jelas AKBP Resky.
Sebelumnya, Bripda Fadel sempat dilaporkan hilang selama hampir sebulan. Ia ditemukan pada Senin (15/9/2025) di wilayah Kalimantan Selatan dan langsung dijemput oleh pihak keluarga. Setelah itu, yang bersangkutan diserahkan kembali ke Polres Kotim untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres menegaskan, tindakan tegas tetap harus diambil untuk menjaga disiplin di lingkungan kepolisian. “Kita tetap menegakkan aturan. Siapa pun yang melanggar, tetap akan kita tindak sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Selain demosi dan penundaan pangkat, Bripda Fadel juga dijatuhi sanksi penempatan khusus. Ia harus menjalani masa penahanan di tempat khusus selama 28 hari sebagai bagian dari proses disiplin.
“Penempatan khusus ini dijalankan setelah sidang. Lamanya 28 hari, dan saat ini yang bersangkutan sedang menjalani masa tersebut,” tutur Kapolres.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi anggota lainnya untuk tetap memegang teguh komitmen dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.
Proses Penanganan Pelanggaran Disiplin
Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam penanganan pelanggaran disiplin terhadap Bripda Fadel:
-
Pemeriksaan Internal
Pemeriksaan terhadap Bripda Fadel dilakukan secara internal oleh Polres Kotim. Proses ini mencakup pengumpulan data, wawancara, dan evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh anggota tersebut. -
Sidang Disiplin
Sidang disiplin diadakan untuk menentukan tingkat kesalahan dan sanksi yang layak diberikan. Sidang ini melibatkan pihak-pihak terkait dan didasarkan pada aturan-aturan yang berlaku di lingkungan kepolisian. -
Putusan Sidang
Hasil sidang menunjukkan bahwa Bripda Fadel terbukti melakukan disersi. Meskipun ada alasan pribadi yang mendorongnya untuk meninggalkan tugas, tindakan tersebut tetap dianggap sebagai pelanggaran terhadap disiplin. -
Sanksi yang Diberikan
Sanksi yang diberikan meliputi demosi, penundaan pangkat, dan penempatan khusus selama 28 hari. Sanksi ini bertujuan untuk memberikan efek jera dan memperbaiki sikap serta perilaku anggota. -
Proses Penempatan Khusus
Penempatan khusus dilakukan sebagai bagian dari proses disiplin. Selama masa penahanan, Bripda Fadel akan menjalani evaluasi dan pembinaan untuk mengembalikan sikap disiplin yang seharusnya.
Pentingnya Menjaga Disiplin di Lingkungan Kepolisian
Kapolres Kotim menekankan bahwa menjaga disiplin adalah hal penting dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian. Tindakan yang dilakukan oleh Bripda Fadel menjadi contoh bahwa setiap pelanggaran akan mendapat sanksi yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Gambar ilustrasi yang menunjukkan proses pemeriksaan dan sidang disiplin terhadap anggota polisi.
Dengan adanya sanksi tegas, diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua anggota polisi untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik institusi. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat sistem disiplin di dalam lembaga kepolisian.