BRPT dan PTRO Berbeda Jalur: Asing Beli Barito Pacific, Petrosea Lepas Pasca Public Expose

admin.aiotrade 10 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
BRPT dan PTRO Berbeda Jalur: Asing Beli Barito Pacific, Petrosea Lepas Pasca Public Expose

Pergerakan Saham yang Berbeda di Antara BRPT dan PTRO

Pada perdagangan Kamis, 9 Oktober 2025, dua saham yang terafiliasi dengan Grup Barito milik taipan Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Petrosea Tbk (PTRO), menunjukkan pergerakan harga yang sangat kontras. Fenomena ini menjadi sorotan utama dan outlook penting bagi investor menjelang pasar dibuka hari ini, Jumat, 10 Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di saat saham BRPT berhasil rebound berkat aksi beli investor asing, saham PTRO justru anjlok dihantam tekanan jual masif oleh investor asing, tepat setelah perusahaan menggelar Paparan Publik (Public Expose) tahunannya. Divergensi ini menunjukkan adanya sentimen yang terbelah di antara para pelaku pasar global terhadap dua emiten dalam satu ekosistem bisnis ini.

BRPT: Diborong Asing, Prajogo Pangestu Konsisten Tambah Kepemilikan

Saham BRPT berhasil bangkit dan ditutup dengan penguatan tipis sebesar 10 poin (+0,24%) ke level Rp 4.120 per lembar. Di balik kenaikan ini, terjadi aksi akumulasi signifikan oleh investor asing:

  • Nilai Transaksi: Mencapai Rp 560,9 miliar, menunjukkan likuiditas yang sangat tinggi.
  • Aksi Beli Asing: Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) yang kuat, dengan total pembelian mencapai 55,7 juta lembar, jauh melampaui aksi jual yang hanya 33,5 juta lembar.

Kepercayaan asing ini sejalan dengan langkah sang pengendali utama, Prajogo Pangestu. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per September 2025, Prajogo Pangestu tercatat menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 1,52 juta lembar, memperkuat posisinya sebagai pemegang 71,36% saham BRPT.

Aksi akumulasi oleh pengendali dan investor asing ini menjadi sinyal positif bagi prospek saham BRPT.

PTRO: Longsor 3,4% Pasca Paparan Publik

Nasib berbeda dialami oleh saham PTRO. Tepat pada hari penyelenggaraan Public Expose Tahunan yang dihadiri oleh 48 investor, harga sahamnya justru longsor tajam.

Saham PTRO anjlok Rp 250 (-3,41%) dan ditutup di level Rp 7.075. Tekanan jual ini dimotori oleh investor asing yang melakukan aksi jual bersih (net sell) secara masif:

  • Nilai Transaksi: Tetap tinggi di angka Rp 379 miliar.
  • Aksi Jual Asing: Investor asing tercatat melepas 9,56 juta lembar saham, sementara aksi beli hanya 4,12 juta lembar, menciptakan net sell yang signifikan.

Aksi jual yang terjadi tepat setelah paparan publik ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai materi atau prospek yang disampaikan oleh manajemen perusahaan, yang tampaknya belum berhasil meyakinkan investor asing untuk tetap memegang saham PTRO.

Pergerakan Kontras yang Menarik Diperhatikan

Pergerakan kontras antara BRPT dan PTRO ini akan menjadi tontonan menarik pada perdagangan hari ini, di mana investor akan mencermati apakah arus dana asing akan terus mengalir deras ke BRPT dan meninggalkan PTRO.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan