
Pikiran Rakyat Bengkulu melaporkan bahwa harga saham dari PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu, mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 17 Oktober 2025. Saham ini ditutup dengan penurunan yang cukup besar, menjadi salah satu penyebab pelemahan di antara saham-saham berkapitalisasi pasar besar.
Berdasarkan data ringkasan saham BEI per Minggu, 19 Oktober 2025, saham BRPT ditutup turun sebesar 280 poin atau 7,12% ke level Rp 3.650 per lembar. Sebelumnya, saham ini ditutup di harga Rp 3.930. Pergerakan saham BRPT pada hari itu menunjukkan tingkat volatilitas yang sangat tinggi. Saat dibuka di harga Rp 3.900, harganya sempat naik sedikit ke Rp 3.930, tetapi kemudian jatuh drastis hingga menyentuh level terendah harian di Rp 3.510.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Aksi Jual Asing Menjadi Penyebab Utama
Penurunan harga saham BRPT disertai dengan nilai transaksi yang sangat besar, mencapai Rp 669,9 miliar dalam satu hari. Tingginya nilai transaksi ini menunjukkan adanya aksi jual besar-besaran. Data BEI menunjukkan bahwa investor asing menjadi tersangka utama di balik kejatuhan harga saham tersebut. Berikut adalah data transaksi asing:
- Foreign Sell (Jual Asing): 51.112.000 lembar
- Foreign Buy (Beli Asing): 35.377.900 lembar
Ini berarti, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebanyak 15.734.100 lembar saham (15,7 juta lembar) hanya dalam satu hari perdagangan.
Direksi Juga Melakukan Aksi Jual
Selain aksi jual dari investor asing, informasi juga menunjukkan bahwa salah satu pimpinan puncak perusahaan baru saja melepas sebagian kepemilikan sahamnya. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tertanggal 13 Oktober 2025, Wakil Direktur Utama BRPT, Rudy Suparman, melaporkan serangkaian transaksi. Tercatat, Rudy Suparman melakukan aksi jual total 540.000 lembar saham miliknya untuk "keperluan pribadi".
Aksi jual ini dilakukan pada tanggal 7, 9, dan 10 Oktober 2025 di rentang harga yang jauh lebih tinggi, yaitu antara Rp 4.090 hingga Rp 4.320 per lembar. Meskipun jumlah yang dijual oleh direksi tidak sebanding dengan aksi jual asing, rilis informasi ini berdekatan dengan momentum anjloknya harga saham BRPT di pasar.
Perlu Diingat
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, berdasarkan data BEI. Konten ini bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca dan memiliki risiko kerugian.