BSI (BRIS) Capai Saldo Emas Kelolaan Rp2,55 Triliun atau 1,15 Ton

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 22x dilihat
BSI (BRIS) Capai Saldo Emas Kelolaan Rp2,55 Triliun atau 1,15 Ton

Pertumbuhan Bisnis Emas di Bank Syariah Indonesia (BSI)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam bisnis emas yang dikelola. Hingga September 2025, saldo emas kelolaan BSI telah mencapai Rp2,55 triliun atau setara dengan 1,15 ton. Angka ini menunjukkan perkembangan yang pesat dari layanan bulion yang diluncurkan oleh bank tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sejak peluncuran layanan bulion hingga 30 September 2025, minat nasabah terhadap produk ini sangat tinggi. Jumlah nasabah yang memiliki rekening emas telah melebihi angka 200.238 orang, tumbuh sebesar 94,98% sepanjang tahun (YTD). Ini menunjukkan bahwa layanan emas yang ditawarkan BSI sangat diminati oleh masyarakat.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyebutkan bahwa penjualan emas melalui aplikasi BYOND by BSI mencapai 1,06 ton. Selain itu, fee based income yang diperoleh dari layanan tersebut sekitar Rp70 miliar (YtD). Dalam paparannya di Bullion Connect, Selasa (12/11/2025), Bob mengungkapkan bahwa pertumbuhan saldo emas naik sebesar 159,78% (YTD), dengan total saldo kelolaan emas sebesar 1,15 ton atau setara Rp2,55 triliun.

Selain itu, terjadi lonjakan penjualan emas di BSI yang mencapai 1.451 kilogram dalam satu bulan, yaitu pada Oktober 2025. Lonjakan ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 264% secara year on year. Sementara itu, pertumbuhan jumlah rekening emas mencapai 79.440, dengan persentase pertumbuhan sebesar 182%.

Izin dan Kegiatan Usaha Bulion

Perusahaan optimistis bahwa bisnis emas akan terus berkembang ke depannya. Hal ini didukung oleh fakta bahwa BSI resmi memperoleh izin sebagai penyelenggara jasa simpanan emas. Dengan izin tersebut, BSI kini memiliki tiga kegiatan usaha bulion, yaitu Simpanan Emas, Perdagangan Emas, dan Penitipan Emas. Izin sebagai Bank dengan jasa simpanan emas diperoleh pada 10 November 2025.

Jasa simpanan emas adalah layanan penyimpanan emas oleh nasabah di bank, di mana emas dapat disalurkan dalam skema pembiayaan emas (gold-to-gold) dan atau perdagangan emas. Sementara itu, jasa penitipan emas adalah layanan penitipan emas oleh nasabah di bank, di mana bank memperoleh pendapatan berbasis imbal jasa. Adapun jasa perdagangan emas adalah transaksi jual beli emas batangan terstandarisasi.

Dampak Positif pada Bisnis Bank

Menurut Bob, penyelenggaraan kegiatan usaha bulion juga memberikan dampak positif terhadap bisnis bank di tengah kondisi yang penuh tantangan bagi perbankan. Meskipun banyak bank besar mengalami penurunan laba bersih, BSI masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang positif. Hal ini membuktikan bahwa strategi dan inovasi dalam bisnis emas yang dilakukan oleh BSI memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan bank.

Dengan adanya izin dan pertumbuhan yang pesat, BSI semakin percaya diri untuk terus mengembangkan bisnis emas sebagai salah satu lini usaha utama. Masa depan bisnis emas di BSI tampak cerah, terutama dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi emas sebagai bentuk perlindungan aset.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan