BSI Dapatkan Izin Jasa Simpan Emas Resmi

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 20x dilihat
BSI Dapatkan Izin Jasa Simpan Emas Resmi

Pengembangan Layanan Bullion di BSI

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi memperoleh izin sebagai bank dengan jasa simpanan emas. Dengan izin tersebut, BSI kini memiliki tiga kegiatan usaha bullion, yaitu Simpanan Emas, Perdagangan Emas, dan Penitipan Emas. Izin ini diperoleh pada 10 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Jasa Simpanan Emas adalah penyimpanan emas oleh nasabah di bank, di mana emas dapat disalurkan dalam skema pembiayaan emas (gold-to-gold) dan/atau perdagangan emas. Sementara itu, Jasa Penitipan Emas adalah penitipan oleh nasabah di bank yang menghasilkan pendapatan berbasis imbal jasa. Sedangkan Jasa Perdagangan Emas melibatkan transaksi jual beli emas batangan terstandarisasi.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyampaikan bahwa aktivitas bullion ini membuat investasi emas menjadi lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui aplikasi mobile BYOND by BSI, nasabah dapat memiliki emas mulai dari Rp50.000 atau setara dengan 0,02 gram.

Selain nilai investasi yang sangat terjangkau, investasi emas dapat dilakukan 24 jam dan dapat dicetak dengan nilai yang relatif rendah. Jika memiliki emas 2 gram, nasabah sudah dapat mencetak emasnya. Emas aman karena secara fisik disimpan di vault yang aman sehingga nasabah tidak perlu khawatir emasnya hilang. Nasabah juga dapat menjual emasnya kapan saja, dan dana hasil penjualan langsung masuk ke rekening nasabah secara real time.

Sejak diluncurkan hingga 30 September 2025, layanan bullion menarik minat nasabah cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah nasabah yang memiliki rekening emas telah menembus angka 200.238 nasabah, tumbuh 94,98% sepanjang tahun (YTD). Selain itu, penjualan emas melalui aplikasi BYOND by BSI mencapai 1,06 ton dan fee based income yang diperoleh sekitar Rp70 miliar (YTD).

"Pertumbuhan saldo emas naik 159,78% (YTD), dengan total saldo kelolaan emas sebesar 1,15 ton atau setara Rp2,55 triliun," katanya. Penyelenggaraan kegiatan usaha bullion juga mendorong bisnis bank tumbuh positif di tengah kondisi yang penuh tantangan bagi perbankan. BSI masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih positif saat perbankan lain termasuk bank-bank besar mengalami penurunan laba bersih.

BSI mampu membukukan laba bersih sampai dengan 30 September 2025 sebesar Rp5,57 triliun, tumbuh 9,04% (YoY). Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang juga pendapatan margin bagi hasil yang tumbuh 13,90% (YoY) dan fee based income yang tumbuh 20,81% (YoY), antara lain ditopang oleh bisnis bullion.

Aset BSI per 30 September 2025 tumbuh 12,37% (YoY) didorong pertumbuhan DPK sebesar 15,66% (YoY), di mana pertumbuhan DPK didominasi oleh dana murah yang tumbuh sebesar 11,39% (YoY). Adapun dari sisi pembiayaan tumbuh 12,65% (YoY) didorong oleh pertumbuhan bisnis emas yang cukup signifikan.

Pertumbuhan minat masyarakat terhadap emas batangan juga mendorong total permintaan emas di tahun 2024 naik sebesar 3,64% dibandingkan tahun 2023. "Banyak peluang untuk mengembangkan pasar emas Indonesia, karena permintaan emas per kapita konsumen merupakan yang terendah di Asia Tenggara, yaitu hanya 0,17 gram per orang," kata Bob. Ditambah BSI saat ini memiliki 22,6 juta customer dengan 1.039 cabang di seluruh Indonesia.

"Pengembangan layanan bullion ini sejalan dengan ekosistem emas di BSI di mana di dalamnya terdapat gadai dan cicil emas dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Ke depan kami berharap dibentuknya ekosistem Bullion termasuk Dewan Emas Nasional untuk mendukung kegiatan usaha bullion BSI," tambahnya.

BSI juga berharap pemberian insentif kepada lembaga jasa keuangan (LJK) penyelenggara kegiatan usaha bullion dilakukan melalui dampak pencatatan Simpanan Emas On-Balance-Sheet terhadap perhitungan rasio keuangan, di antaranya masuk kategori HQLA level 1, sehingga emas dapat menjadi komponen perhitungan dalam menjaga rasio likuiditas dan meningkatkan profitabilitas, serta masuk dalam perhitungan rasio FDR.

BSI juga membutuhkan dukungan BI sebagai lender of the last resort dalam memastikan likuiditas Bullion Bank, menjaga stabilitas sistem keuangan serta menjaga kepercayaan nasabah, serta dapat mengatur mekanisme REPO emas sebagai instrumen yang dapat mendukung likuiditas perbankan.

BSI berkomitmen untuk terus berinovasi, termasuk melalui layanan E-mas di aplikasi BSI Mobile yang memungkinkan nasabah untuk beli, jual, transfer, cetak, dan nabung rutin emas, sehingga mempermudah investasi emas bagi seluruh segmen masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan