BSI Menyangkal Permintaan Pencairan Dana SAL Rp10 T, Ini Fakta Terbarunya

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 13x dilihat
BSI Menyangkal Permintaan Pencairan Dana SAL Rp10 T, Ini Fakta Terbarunya

Penipuan Hoax Dana Rp10 Triliun Menyeret Ratusan Orang ke Kantor BSI

Sejumlah masyarakat di Jakarta dan sekitarnya menjadi korban penipuan informasi palsu yang menyatakan adanya dana sebesar Rp10 triliun yang akan dicairkan oleh pemerintah melalui PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Sejak Senin (8/12) hingga hari ini, Selasa (9/12), kantor BSI di Gedung The Tower, Jalan Gatot Subroto nomor 27, Setiabudi, Jakarta Selatan digeruduk oleh ratusan orang. Berikut adalah rentetan peristiwa yang terjadi:

Massa Berseragam Merah Menggeruduk Kantor BSI


Ribuan orang yang berpakaian seragam merah terlihat memadati halaman gedung The Tower pada pagi hari. Mereka diantar menggunakan bus dan kendaraan umum, sehingga menyebabkan kemacetan parah di Jalan Gatot Subroto arah Cawang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam konferensi pers mengenai waspada penipuan di gedung tersebut, Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar menjelaskan bahwa massa berasal dari berbagai wilayah Jabodetabek. Mereka datang dari Jasinga-Bogor, Depok, Tanjung Priok, Cianjur, bahkan Palembang dan Jambi.

Massa diiming-imingi mendapat dana antara Rp10 juta hingga Rp15 juta per orang. Namun, sebelum berangkat ke kantor BSI, mereka diminta membayar uang meterai senilai Rp15 ribu hingga Rp50 ribu kepada pemilik rekening bank bernama Nurul Alim Sani.

Penipuan ini disebarkan melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp. Oknum yang melakukan provokasi mengatasnamakan organisasi masyarakat bernama Golden Eagle International.

BSI Pastikan Dana Rp10 Triliun Milik Pemerintah


Wisnu menegaskan bahwa dana sebesar Rp10 triliun yang disebut-sebut sebagai dana pemerintah adalah dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di bank pemerintah, termasuk BSI.

“Sesuai ketentuan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara dalam rangka pengelolaan kelebihan dan kekurangan kas untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Wisnu.

Menurutnya, penempatan dana serta penyaluran pembiayaan yang bersumber dari SAL tunduk pada ketentuan khusus yang diatur dalam KMK. Pelaksanaannya juga memperhatikan prinsip good corporate governance dan kehati-hatian agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Masyarakat Diminta Waspada terhadap Hoax


Dalam konferensi pers tersebut, BSI juga mengundang Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak. Ia menekankan pentingnya menjaga data pribadi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan bank atau pihak lain.

“Selalu kedepankan rasa curiga dan waspada, dan jangan gampang untuk menyebar data pribadi. Jangan gampang memberikan kode OTP, nomor KK, NIK, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan data pribadi kita,” ucap Reonald.

Perluasan Penutupan Cabang BSI di Aceh dan Sumut

Selain itu, BSI juga menutup sementara beberapa cabang di Aceh dan Sumut akibat banjir dan longsor. Hal ini dilakukan sebagai langkah keselamatan dan untuk memastikan operasional bank tetap berjalan lancar.

Optimalkan Kanal untuk Pelunasan Bipih Fase I

BSI juga memastikan seluruh kanal pelunasan Bipih Fase I optimal. Ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam proses pembayaran dan memastikan transparansi serta kecepatan layanan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan