
aiotrade, JAKARTA— Perusahaan jasa pengangkutan laut dan logistik PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML) sedang merancang berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan di masa depan. Salah satu langkah utama yang diambil adalah rencana divestasi aset kapal.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLB) pada Rabu (17/12/2025), perseroan menyetujui rencana untuk menjual beberapa aset kapal. Dari informasi yang diperoleh, divestasi ini mencakup 3 unit kapal tunda dan 2 unit kapal tongkang. Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp60 miliar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Keuangan BSML, Pramayari Hardian Doktrianto, menyampaikan bahwa sesuai hasil RUPLB, perseroan akan melakukan penjualan 5 aset kapal tersebut. Para pihak pembeli sudah ada sehingga diharapkan transaksi dapat selesai dalam kuartal I/2026.
“Kami akan memulai proses divestasi pada awal tahun depan, dan diharapkan selesai pada Maret 2026,” ujarnya dalam Paparan Publik, Rabu (17/12/2025).
Penjualan aset kapal bertujuan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur. Selain itu, arus kas perusahaan semakin sehat, yang memungkinkan ekspansi ke depan dengan menyewa kapal dari pihak ketiga.
“Fokus kami adalah memanfaatkan kemampuan modal kerja operasional [dari divestasi aset] dengan mitra untuk sewa kapal jangka panjang. Kepastian armada juga lebih terjamin,” tambahnya.
Manajemen BSML memproyeksikan peningkatan kinerja pada periode 2026 hingga 2030. Pada 2026, pendapatan diharapkan mencapai Rp159,84 miliar dengan laba bersih Rp16,36 miliar. Margin laba mencapai 10,24%.
Dalam jangka panjang hingga 2030, pendapatan diprediksi mencapai Rp340,43 miliar dengan laba bersih Rp41,72 miliar. Margin laba bersih sekitar 12,26%.
Menurut Pramayari Hardian Doktrianto, laba bersih turut mengalami peningkatan sejalan dengan efisiensi operasional dan skala bisnis yang lebih besar. Secara keseluruhan, profil profitabilitas perusahaan mencerminkan penguatan kinerja dan potensi pertumbuhan yang berkesinambungan.
“Kami berupaya menjaga margin laba dengan strategi memperbaiki arus modal, kemudian dari sisi pendapatan dan juga laba,” imbuhnya.
Direktur Utama BSML David Desanan Anan Winowod mengatakan bahwa untuk mencapai target yang ditetapkan, kebijakan strategis yang tepat menjadi kunci. Meski tahun 2025 menghadirkan persaingan ketat, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika sosial dan geopolitik, strategi yang cermat dan hati-hati memungkinkan tantangan tersebut diubah menjadi peluang.
Berikut strategi yang diambil oleh BSML:
-
Fokus pada komoditas tambang dan layanan angkutan jarak dekat-menengah
Perseroan tetap memprioritaskan sektor komoditas tambang sebagai pasar utama dan layanan angkutan jarak dekat–menengah untuk menekan risiko operasi, mempercepat waktu layanan, dan menjaga produktivitas armada.
BSML memiliki dan mengoperasikan 8 unit tugboat dan 7 unit barge (kelas 300 ft) yang menyediakan fleksibilitas untuk rute jarak pendek hingga menengah. -
Diversifikasi bisnis dan cakupan layanan
Perseroan memperluas layanan melalui jasa tunda/pandu, pengembangan area layanan yang bernilai tinggi, serta menjaga kontrak pelanggan eksisting sambil menambah kontrak baru.
“Kerja sama strategis dengan PT Jasa Armada Indonesia pada 2024 dan pengembangan layanan keagenan kapal menjadi langkah penting dalam memperkuat portofolio bisnis,” tuturnya. -
Jaga optimalisasi pengoperasian armada
Perusahaan memastikan armada, baik milik sendiri maupun sewaan, beroperasi optimal melalui jadwal perawatan yang tepat, penjadwalan operasi yang efisien, pemilihan area operasional yang minim risiko, serta pemenuhan standar perawatan sesuai ketentuan regulator untuk menjaga produktivitas kapal. -
Efisiensi rantai pasok dan operasional
Perseroan meningkatkan efisiensi melalui pengembangan armada berbasis kerja sama mitra, standardisasi manajemen operasi kapal, peningkatan kompetensi kru, pengawasan operasional ketat, pemanfaatan teknologi monitoring, serta revitalisasi aset produktif untuk mendukung utilisasi yang lebih tinggi. -
Strategi pemasaran secara intensif
Strategi pemasaran berfokus pada kualitas layanan, ketepatan waktu, dan harga yang kompetitif. Perseroan menjaga keandalan layanan, memitigasi risiko waktu tunggu, membuka ruang umpan balik pelanggan, serta menyesuaikan tarif mengikuti dinamika bisnis. -
Transformasi dan eksplorasi atas jasa pendukung transportasi laut
Perseroan memperkuat layanan Crew Management System dan Plan Maintenance System sebagai bagian dari transformasi menuju ekosistem layanan maritim terpadu.
“Ke depan, unit usaha ini ditargetkan memberikan kontribusi positif dan memperluas posisi perseroan melampaui bisnis pelayaran tradisional,” ujarnya.
Terkait kinerja keuangan terkini, David Desanan Anan Winowod mengungkapkan, ada tren penyesuaian dari 2022 hingga kuartal III/2025, dengan total aset dan pendapatan mengalami penurunan seiring dengan melemahnya aktivitas bisnis dan normalisasi permintaan. Meskipun demikian, liabilitas berhasil ditekan signifikan, sementara ekuitas terus meningkat berkat pertumbuhan saldo laba, mencerminkan perbaikan struktur keuangan.
Profitabilitas tetap positif meski menurun, dengan marjin yang menunjukkan peningkatan efisiensi pada beberapa periode. Arus kas memperlihatkan fluktuasi, namun tetap mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga likuiditas sambil memenuhi kebutuhan investasi dan pendanaan.
“Kombinasi tren ini mengindikasikan perlunya penguatan strategi komersial dan operasional untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan ke depan,” ungkapnya.
David Desanan Anan Winowod menyebut, portofolio bisnis logistik maritim BMSL yang terintegrasi menjadi keunggulan perseroan. BSML mengoperasikan bisnis logistik laut terpadu mencakup jasa tug & barge, pengangkutan bulk material, shipping agency, chartering, hingga layanan logistik pelabuhan.
Portofolio BSML mendukung rantai pasok berbagai komoditas seperti batu bara, produk sawit, dan klinker. Perseroan melayani perusahaan tambang, trader, serta pelanggan industri.
Integrasi vertikal antara operasi pelayaran, manajemen armada, dan layanan logistik meningkatkan efisiensi biaya, kontrol operasional, dan keandalan layanan. Selain itu, BSML memiliki kerja sama jangka panjang dengan produsen dan trader komoditas terkemuka, memberikan visibilitas permintaan yang stabil.
BSML mendukung rantai pasok energi dan komoditas di wilayah Kalimantan dan Sumatra melalui layanan pengangkutan yang konsisten dan efisien. Kehadiran operasional di jalur pelayaran strategis memungkinkan tingkat utilisasi armada yang optimal dan efisiensi rute.