BTN Lampaui Laba Rp2,91 Triliun pada November 2025

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 13x dilihat
BTN Lampaui Laba Rp2,91 Triliun pada November 2025

Laba Bersih BTN Mencapai Rp2,91 Triliun pada Akhir November 2025

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun pada akhir November 2025. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang solid serta strategi pendanaan yang semakin efisien. Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan di situs resmi BTN, laba bersih tersebut tumbuh 21,10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,40 triliun.

BTN Berhasil Jaga Pertumbuhan Tetap Positif


Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan, perseroan mampu menjaga pertumbuhan kinerja yang konsisten hingga menjelang akhir tahun berkat penerapan strategi penyaluran kredit yang lebih terarah dan terstruktur, serta optimalisasi pendanaan di tengah tren penurunan biaya dana (cost of fund).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Pencapaian kinerja BTN hingga akhir November 2025 menunjukkan bahwa BTN mampu menjaga pertumbuhan positif dan tetap on track menuju akhir tahun sesuai strategi yang telah ditetapkan. Kami akan terus mengoptimalkan kinerja dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Nixon di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Komponen Penopang Pertumbuhan Laba BTN


Lebih lanjut, ia menjelaskan, pertumbuhan laba BTN sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan. Hingga 30 November 2025, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan BTN mencapai Rp386,47 triliun, meningkat 8,74 persen yoy dibandingkan Rp355,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, BTN juga berhasil mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan. Hingga akhir November 2025, DPK BTN tumbuh 15,77 persen yoy menjadi Rp423,96 triliun, dari sebelumnya Rp366,22 triliun. Kinerja ini ditopang oleh fokus perseroan dalam meningkatkan dana murah atau current account and saving account (CASA).

BTN Fokus pada Penyaluran KPR Subsidi dan Nonsubsidi di Sisa Akhir Tahun


Menurut Nixon, memasuki penghujung tahun, BTN akan tetap fokus pada penyaluran kredit sektor perumahan, baik KPR subsidi maupun non-subsidi, guna mendukung pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat. Selain itu, penyaluran kredit korporasi juga akan diperkuat, khususnya pada sektor-sektor penunjang perumahan seperti real estate, listrik, gas, air, serta perdagangan besar.

Di sisi pendanaan, BTN akan melanjutkan strategi peningkatan DPK berbiaya murah yang bersumber dari nasabah ritel dan institusi skala menengah, guna mempercepat penurunan biaya dana.

“Pertumbuhan DPK ritel ditopang oleh solusi digital BTN, seperti superapp Bale by BTN yang terus mencatat peningkatan jumlah pengguna dan transaksi, serta Bale Korpora untuk layanan cash management korporasi,” jelas Nixon.

Persiapan Pemisahan Unit Usaha Syariah

Lebih lanjut, BTN juga hampir merampungkan proses pemisahan unit usaha syariah (UUS) menjadi bank umum syariah baru, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN). Perseroan menargetkan Day One Operation BSN pada 22 Desember 2025, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Proses ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi BTN sebagai salah satu bank pelopor dalam pelayanan perbankan syariah di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan