BTN Layani UMKM dengan Kredit Perumahan di Yogyakarta

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 17x dilihat
BTN Layani UMKM dengan Kredit Perumahan di Yogyakarta
BTN Layani UMKM dengan Kredit Perumahan di Yogyakarta

Ekspansi KPP BTN di Yogyakarta sebagai Dukungan untuk Program Tiga Juta Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan ekspansi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah yang diusung pemerintah. Ekspansi ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap perumahan yang terjangkau dan layak huni.

Potensi Besar di Yogyakarta

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menyatakan bahwa Yogyakarta memiliki potensi besar dalam penyaluran KPP. Hal ini didorong oleh pertumbuhan UMKM di sektor perumahan serta sektor-sektor terkait lainnya. Selama dua tahun terakhir, pertumbuhan KPR subsidi di Yogyakarta terus meningkat secara konsisten. BTN melihat Yogyakarta memiliki potensi sinergi antara kebutuhan rumah masyarakat, dukungan pemerintah daerah, serta keberadaan banyak pengembang rumah subsidi yang aktif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hermita menjelaskan bahwa Yogyakarta memiliki karakteristik ekonomi yang unik dan stabil, didukung oleh sektor pendidikan, pariwisata, dan UMKM yang tumbuh seimbang dan saling mendukung. Selain itu, jumlah penduduk berusia muda yang terus meningkat memicu permintaan terhadap hunian dengan biaya terjangkau.

Ketersediaan Lahan dan Pertumbuhan Ekonomi

Ketersediaan lahan untuk pengembangan perumahan di wilayah sekitar kota Yogyakarta seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo juga menjadi faktor penting. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat bahwa selama beberapa dekade terakhir terjadi pergeseran struktur ekonomi Yogyakarta dari sektor primer (pertanian) ke sektor tersier atau jasa dan sektor sekunder (industri atau manufaktur). Hal ini menyumbang pertumbuhan ekonomi daerah yang positif.

Pertumbuhan ekonomi yang konsisten tersebut membuat Yogyakarta cukup menjanjikan bagi sektor properti. Permintaan terhadap bahan bangunan, furnitur, jasa konstruksi, dan jasa lainnya terkait perumahan yang mayoritas merupakan UMKM meningkat.

Sinergi Ekosistem Perumahan

Hermita menilai bahwa ekosistem sektor perumahan di Yogyakarta, mulai dari developer lokal, pelaku usaha bahan bangunan seperti semen, cat, keramik, hingga kontraktor kecil sangat potensial untuk menjadi penerima manfaat KPP. Sebagian dari para pelaku usaha tersebut sebelumnya telah menjadi nasabah BTN untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BTN, terutama yang terlibat dalam rantai pasok proyek perumahan, serta nasabah KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Sejahtera, utamanya pelaku usaha kecil yang membeli rumah subsidi sebagai hunian pribadi.

Strategi BTN dalam Menjaring Penyaluran KPP

Untuk menopang upaya tersebut, BTN telah melakukan beberapa langkah strategis, yakni pelatihan intensif tenaga pemasaran mengenai fitur, skema dan manfaat KPP agar mampu menjelaskan secara tepat kepada masyarakat. Integrasi sistem digital untuk mempercepat proses pengajuan dan verifikasi data juga dilakukan. Kolaborasi lintas divisi, terutama antara unit KPR, KUR, dan pembiayaan perumahan untuk memastikan pendekapan yang terpadu juga menjadi fokus.

Selain itu, BTN menawarkan program insentif dan monitoring kinerja sales agar penyaluran lebih efektif. Saat ini BTN menawarkan suku bunga yang menarik untuk program KPP hanya sekitar 5,99% hingga Desember 2025. BTN juga memperkuat jaringan dengan pemerintah daerah, asosiasi pengembang, dan koperasi perumahan untuk memperluas basis penerima KPP.

Komentar dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait merasa senang karena banyak masalah perumahan rakyat di Yogyakarta bisa diselesaikan. Misalnya, UMKM butuh tambahan modal bisa diselesaikan oleh Bank BTN dan Bank BPD DIY. Masalah menyangkut developer dan kontraktor juga bisa diselesaikan. Bank BPD DIY diharapkan membuka counter pelayanan agar rakyat dibuat mudah dan cepat.

Ara menuturkan masalah bunga juga terselesaikan dengan bisa memberikan bunga kompetitif sehingga UMKM, developer dan kontraktor bisa merasakan program yang sebelumnya belum ada. Mereka bisa meminjam sampai Rp20 miliar. Jadi tidak harus lahir orang kaya baru tapi pengusaha UMKM yang lahir dari Yogyakarta.

Peran BTN dalam Program Tiga Juta Rumah

Staff Khusus Kepresidenan Muhammad Qadari menyampaikan bahwa pembangunan rumah subsidi pada tahun sebelumnya mencapai 200 ribu dan saat ini mencapai 350 ribu. Sedangkan perbaikan perumahan mencapai 400 ribu unit. Program ini tidak hanya mengandalkan dana APBN namun CSR. Diharapkan program ini bisa meningkat menjadi 700 ribu sampai 1 juta dan industri properti bisa menjadi penopang ekonomi nasional.

Acara Sosialisasi & Akad KPP di Yogyakarta

Pada Acara Sosialisasi & Akad KPP yang diselenggarakan di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut, BTN menggelar penawaran produk KPP BTN kepada para tamu undangan, yakni developer, kontraktor, toko bangunan, dan UMKM. Selain itu, digelar pula sejumlah booth yang menawarkan produk dan layanan BTN baik untuk funding maupun transaksi, serta toko-toko bangunan mitra strategis BTN.

Yogyakarta menjadi langkah awal bagi BTN untuk memulai ekspansi KPP ke daerah-daerah potensial lainnya, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dari segi pertumbuhan sektor perumahan dan UMKM, ketiga daerah tersebut menunjukkan tren positif baik dari sisi permintaan hunian maupun kegiatan UMKM di sektor konstruksi dan bahan bangunan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan