
Festival Musik Tong-Tong Kembali Masuk Kalender Event Nasional 2026
Sumenep, Madura kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Festival Musik Tong-Tong, sebuah acara budaya khas Madura yang menghadirkan musik kentongan, berhasil masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) 2026 untuk kedua kalinya. Ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah dan masyarakat setempat dalam melestarikan budaya lokal telah mendapat pengakuan nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pencapaian ini menunjukkan komitmen yang konsisten dari Kabupaten Sumenep dalam menjaga dan mengembangkan potensi budaya daerah. Festival Musik Tong-Tong tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya yang penting bagi masyarakat Madura.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ini. Menurutnya, festival ini menjadi satu-satunya event asal Madura yang kembali masuk dalam daftar KEN 2026. Ia menekankan bahwa selama empat tahun terakhir, pihaknya telah melaksanakan acara ini secara konsisten dan berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai budaya yang ada.
Alhamdulillah, kerja keras seluruh pihak akhirnya membuahkan hasil dengan kembali masuknya Festival Musik Tong-Tong ke dalam Kalender Event Nasional, ujar Bupati Fauzi dalam pernyataannya.
Ia menilai bahwa keberhasilan ini menunjukkan bahwa komitmen daerah dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal dapat memberikan dampak besar terhadap pengakuan nasional. Festival Musik Tong-Tong kini dianggap sejajar dengan event besar lain seperti Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi, yang juga dikenal luas di tingkat nasional.
Ini kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumenep dan seluruh Madura. Musik tong-tong bukan hanya hiburan, tetapi juga identitas budaya yang patut kita jaga dan promosikan, tegas Bupati Fauzi.
Dengan kembalinya Festival Musik Tong-Tong ke dalam KEN 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap promosi pariwisata daerah akan semakin kuat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka ingin budaya Madura semakin dikenal dan menjadi daya tarik utama pariwisata nasional.
Beberapa hal yang membuat Festival Musik Tong-Tong menarik perhatian adalah:
- Unik dan Berbeda: Musik kentongan memiliki ciri khas yang berbeda dari genre musik lainnya, sehingga menciptakan pengalaman yang unik bagi para penonton.
- Keterlibatan Masyarakat: Acara ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, baik dalam bentuk pertunjukan maupun penjagaan tradisi.
- Pengakuan Nasional: Keberadaan festival ini dalam KEN 2026 menunjukkan bahwa budaya Madura telah diakui sebagai bagian dari warisan budaya nasional.
Dengan adanya Festival Musik Tong-Tong, Sumenep tidak hanya sekadar memperkenalkan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan pariwisata daerah. Diharapkan, acara ini bisa menjadi salah satu ikon budaya yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Sumenep dan menikmati kekayaan budaya yang ada.