
Pertemuan Ketua Umum Projo dengan Jokowi
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (24/10) siang. Kunjungan ini menjadi pertemuan pertama Budi Arie dengan Jokowi setelah dirinya terkena reshuffle dari Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, Budi Arie menjabat sebagai Menteri Koperasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka menyampaikan undangan kepada Jokowi agar hadir dalam Kongres ke-3 Projo yang akan digelar pada 1–2 November 2025 di Jakarta. Budi Arie datang bersama sejumlah pengurus pusat Projo, dan pertemuan berlangsung secara tertutup selama sekitar satu jam.
“Tema Kongres ketiga adalah Setia di Garis Rakyat, tanggal 1 dan 2 November. Karena itu kami sowan ke Pak Jokowi. Sebagai Ketua Dewan Pembina Projo, kami mengundang beliau untuk membuka Kongres,” kata Budi Arie usai pertemuan.
Penyampaian Undangan dan Pemaparan Ijazah
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga memperlihatkan ijazah aslinya kepada para pengurus Projo. Hal ini disebut sebagai jawaban atas polemik yang selama ini digulirkan oleh pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazah mantan kepala negara tersebut.
“Tadi dikasih lihat. Tadi ngomong itu yang penting,” ujar Freddy Damanik, Wakil Ketua Umum Projo.
Freddy menambahkan bahwa Jokowi telah menyerahkan salinan ijazah tersebut kepada Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dekan Fakultas Kehutanan. Menurutnya, isu tentang hilangnya atau terbakarnya ijazah Jokowi telah dipastikan tidak benar.
“Sebetulnya udah bolak-balik kalau masalah ijazah ini. Pak Jokowi sudah menegaskan bahwa ijazahnya memang ada. Boleh dilihat ya, dan kita tadi dipertunjukkan bahwa ijazah Pak Jokowi itu ada. Ini menepis semua isu-isu dan keraguan bahwa ijazah Pak Jokowi itu hilang atau terbakar,” tambah Freddy.
Tanggapan dan Harapan
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Projo dan Jokowi, khususnya dalam konteks persiapan Kongres ke-3 yang akan dihadiri oleh berbagai tokoh dan partai politik. Selain itu, penyampaian ijazah juga menjadi langkah strategis untuk menjawab berbagai spekulasi yang muncul sebelumnya.
Projo, yang merupakan organisasi pendukung bagi Jokowi, memiliki peran penting dalam membangun koalisi dan meningkatkan dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Dengan adanya undangan yang disampaikan, diharapkan Kongres ke-3 dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Projo terhadap visi dan misi Jokowi.
Peran Projo dalam Politik Indonesia
Projo, yang didirikan oleh para tokoh dan relawan Jokowi, telah menjadi salah satu organisasi yang aktif dalam mendukung program-program pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, Projo terus memperluas jaringannya dan meningkatkan keterlibatan dalam berbagai isu sosial dan politik.
Kongres ke-3 Projo diharapkan menjadi ajang untuk merefleksikan pencapaian dan rencana ke depan. Dengan tema "Setia di Garis Rakyat", Projo ingin menunjukkan komitmennya terhadap rakyat dan kebijakan yang pro-rakyat.
Selain itu, kehadiran Jokowi dalam pembukaan Kongres akan menjadi simbol kepercayaan dan dukungan dari mantan presiden terhadap organisasi yang ia bantu bentuk. Hal ini juga menunjukkan bahwa Projo tetap menjadi bagian penting dalam dinamika politik Indonesia.
Kesimpulan
Pertemuan antara Budi Arie Setiadi dan Jokowi menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara Projo dan mantan presiden. Dengan penyampaian undangan dan penampilan ijazah, Projo menunjukkan komitmennya untuk menjawab berbagai isu dan menjaga transparansi. Diharapkan, Kongres ke-3 Projo dapat menjadi ajang penting dalam memperkuat semangat dan tujuan organisasi ini.