Buka Diskusi dengan Tiongkok, KAI Kembangkan Lokomotif E-Train

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Buka Diskusi dengan Tiongkok, KAI Kembangkan Lokomotif E-Train

Pengembangan Teknologi Kereta Listrik di Indonesia

Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan penggunaan lokomotif bertenaga baterai sebagai bagian dari upaya modernisasi armada dan pengurangan emisi. Ia menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar lokomotif yang digunakan masih menggunakan mesin diesel, namun pihaknya berencana untuk beralih ke sistem elektrifikasi atau kereta berbasis baterai.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami sedang berdiskusi dengan salah satu industri di Tiongkok tentang bagaimana mereka dapat membantu kami melakukan peremajaan armada. Kami ingin beralih dari mesin diesel ke sistem yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya saat berada di Beijing, Rabu.

Bobby turut serta dalam kunjungan kerja ke Beijing, Qingdao, dan beberapa kota lain di Tiongkok bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, serta pejabat terkait lainnya. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk bertemu dengan Menteri Transportasi dan pelaku industri perkeretaapian.

Keuntungan Teknologi E-Train

Ia menjelaskan bahwa teknologi kereta listrik, yang sering disebut e-train, memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi layanan, menurunkan biaya operasional, serta mengurangi emisi. Selain itu, teknologi ini juga akan memperkuat program hijau KAI.

“Dulu kereta listrik harus terhubung ke jaringan listrik di atas rel, tetapi kini dengan teknologi baterai, kereta bisa beroperasi mandiri. Di Tiongkok, e-lokomotif seperti ini sudah banyak digunakan,” tambahnya.

Bobby menilai bahwa penggunaan lokomotif baterai akan menjadi lompatan besar dalam transformasi teknologi KAI. “Kami ke sini untuk mempelajari teknologi, skema pengoperasian, hingga integrasi antarmoda transportasi,” katanya.

Proses Pembaruan Armada

Meski begitu, ia menegaskan bahwa belum ada kesepakatan pembelian rangkaian baru dari Tiongkok. “Pengadaan memang bagian dari modernisasi, tetapi belum dibahas secara spesifik. Fokus kami masih pada konversi lokomotif diesel ke tenaga listrik,” ujarnya.

Saat ini, KAI memiliki ratusan lokomotif diesel berbagai tipe, termasuk CC202 dan CC205 untuk angkutan batu bara di Sumatera serta CC206 untuk barang dan penumpang di Jawa. Selain itu, KAI telah memesan 11 rangkaian KRL dari Tiongkok; delapan telah beroperasi, sementara tiga lainnya masih menjalani uji kelaikan teknis sebelum beroperasi penuh.

Langkah Menuju Masa Depan

Dengan fokus pada penggunaan teknologi baterai, KAI berupaya untuk memastikan bahwa armadanya tetap relevan dan efisien di masa depan. Hal ini tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tetapi juga pada komitmen terhadap lingkungan.

Pengembangan ini juga memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas layanan kepada para pengguna kereta api. Dengan teknologi yang lebih canggih, KAI berharap dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan aman.

Selain itu, kolaborasi dengan industri Tiongkok menjadi langkah penting dalam mempercepat proses modernisasi. Dengan mempelajari teknologi dan skema pengoperasian yang telah terbukti sukses di Tiongkok, KAI dapat mengadaptasi dan menerapkannya sesuai kebutuhan lokal.

Penggunaan lokomotif baterai bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan langkah-langkah ini, KAI siap menghadapi tantangan di masa depan dan terus berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur transportasi nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan