Buka Utsawa Dharma Gita XXXII Bali, Koster Beri Hadiah Pribadi untuk Pemenang

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 38x dilihat
Buka Utsawa Dharma Gita XXXII Bali, Koster Beri Hadiah Pribadi untuk Pemenang
Buka Utsawa Dharma Gita XXXII Bali, Koster Beri Hadiah Pribadi untuk Pemenang

Gubernur Bali Wayan Koster Apresiasi Semangat Generasi Muda dalam Utsawa Dharma Gita XXXII

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan apresiasi terhadap semangat para peserta muda yang mengikuti ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) XXXII Provinsi Bali. Acara ini diadakan dengan tema “Jagat Kerthi Pramana Ning Bhawana” (Pemuliaan Alam Semesta), dan berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar pada Jumat, 24 Oktober 2025.

“Saya lihat adik-adik begitu bersemangat. Itu yang membanggakan kita semua. Inilah wujud nyata bahwa seni dan agama tetap hidup dalam jiwa generasi muda Bali,” ujarnya saat membuka acara tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Gubernur menjelaskan bahwa kesadaran untuk menjaga seni, budaya, dan spiritualitas menjadi dasar dari visi pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” selama masa kepemimpinannya. Visi ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat dan alam Bali yang sejahtera dan harmonis melalui penataan kehidupan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi.

“Visi ini berlandaskan nilai-nilai lokal seperti Sat Kerthi – Jana Kerthi, Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, dan lainnya. Nilai-nilai ini pula yang saya jadikan tema dalam berbagai kegiatan seperti PKB, FSBJ, Bulan Bahasa Bali, dan Utsawa Dharma Gita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur dua periode ini menegaskan bahwa kebudayaan Bali adalah warisan adiluhung yang harus dijaga dengan kesadaran kolektif.

“Bali tanpa budaya tidak akan bisa hidup. Budaya adalah anugerah yang membuat Bali dikenal di dunia. Karena itu, kita harus terus menjaga agar Bali tidak kehilangan taksunya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Bali telah diwarisi sumber daya manusia yang luar biasa oleh leluhur, lengkap dengan adat istiadat dan tradisi yang luhur. Untuk itu, generasi muda diharapkan terus menanamkan nilai-nilai budaya dalam setiap aspek kehidupan, agar Bali tetap berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah dinamika lokal, nasional, dan global.

“Melalui Utsawa Dharma Gita, kita berupaya menjaga seni, adat, budaya, dan kearifan lokal. Saya tidak khawatir lagi melihat semangat anak-anak muda yang antusias berpartisipasi. Hanya di Bali kita bisa melihat generasi muda dengan gembira mengikuti upacara agama, seni, dan budaya. Ini luar biasa,” katanya.

Gubernur Koster juga berpesan agar generasi muda tidak pernah bosan menjaga budaya Bali, karena tantangan ke depan semakin berat, baik dari sisi internal maupun eksternal. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus berkreasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kebudayaan Bali.

“Lebih baik menciptakan hal baru yang memperkaya budaya, asalkan tidak merusak budaya Bali. Kita harus menghormati ajaran leluhur,” pesannya.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur menyampaikan bahwa peserta yang berhasil meraih juara akan mendapatkan hadiah langsung dari dirinya secara pribadi. “Yang juara di tingkat provinsi akan saya beri hadiah pribadi. Kalau sampai juara nasional, akan saya beri bonus lagi,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.

Momentum Penting dalam Penguatan Budaya Bali

Utsawa Dharma Gita XXXII menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai religius, seni, dan budaya di kalangan generasi muda Bali, sekaligus mempertegas peran Bali sebagai pusat spiritual dan kebudayaan dunia.

Acara pembukaan pada pagi itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Bali, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Gede Arya Sugiartha, serta Ketua Widya Sabha Provinsi Bali, Prof. Dr. I Made Surada.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan