
Koperasi Pondok Pesantren sebagai Pendorong Ekonomi Umat
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menegaskan bahwa Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi umat sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, dalam acara Optimalisasi Peran Pondok Pesantren dan Lembaga Ekonomi Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat di Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (14/11).
Kopontren Jadi Basis Pemagangan 500 Kopdes/Kel Merah Putih
Wamenkop Farida menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan program besar: pemagangan 500 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ke koperasi-koperasi yang aktif dan sehat, termasuk Kopontren. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan ribuan Kopdes/Kel yang baru dibentuk dapat beroperasi secara profesional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Tiga koperasi pesantren menjadi tempat magang kita, termasuk Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan,” ujar Farida.
Ia menambahkan, program Kopdes/Kel Merah Putih yang menargetkan pendirian 80.000 unit koperasi membuat tugas pendampingan Kemenkop semakin luas. Karena itu, kolaborasi dengan Kopontren menjadi langkah penting agar pengembangan koperasi di desa dan kelurahan berjalan optimal.
Pesantren Mampu Mengkonsolidasi Ekonomi Umat
Menurut Wamenkop Farida, pondok pesantren terbukti mampu menjadi pusat konsolidasi ekonomi masyarakat. Selain menyiapkan santri dalam bidang dakwah dan pendidikan, pesantren kini juga dituntut untuk melahirkan santri berjiwa wirausaha.
“Santri masa kini tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga harus mampu menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa koperasi pesantren berpeluang besar berkembang melalui jaringan santri, alumni, unit usaha pesantren, serta kedekatan pesantren dengan masyarakat sekitar. Semua ini merupakan modal besar untuk membangun koperasi yang sehat dan mandiri.
Kemenkop Berkomitmen Perkuat Ekosistem Ekonomi Pesantren
Kemenkop memastikan akan terus mendukung penguatan koperasi pesantren melalui beberapa langkah utama:
- Peningkatan profesionalisme SDM
- Pendampingan pengelolaan usaha
- Pembentukan ekosistem koperasi pesantren yang berkelanjutan
“Koperasi adalah lembaga usaha. Ia bisa untung jika dikelola profesional. Itu yang sedang kami perkuat,” ungkap Farida.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mitra strategis seperti BAZNAS, Rumah Zakat, BUMN, hingga perbankan syariah yang turut mendukung pengembangan ekonomi berbasis pesantren.
Lamongan Jadi Contoh Daerah dengan Ekosistem Pesantren yang Kuat
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengakui bahwa daerahnya memiliki jumlah santri sangat besar dan berperan penting dalam swasembada pangan maupun penguatan ekonomi umat. Program Lamongan Nyantri menjadi bukti komitmen pemerintah daerah mendukung pesantren sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi.
Yuhronur melaporkan bahwa Lamongan kini memiliki:
- 474 Kopdes/Kel Merah Putih, terbanyak di Jawa Timur
- 96 koperasi aktif di 21 kecamatan
Dengan keberadaan Kopontren dan Kopdes/Kel Merah Putih, ia berharap sinergi keduanya dapat mempercepat pengentasan kemiskinan dan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir Pantura.
“Kami meyakini forum ini akan melahirkan inisiatif kolaboratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi Lamongan,” ujarnya.
Momen Tepat untuk Memperkuat Sinergi Pesantren dan Desa
Wamenkop Farida menilai bahwa saat inilah momentum terbaik untuk menguatkan peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat melalui Kopdes/Kel Merah Putih. Ia meyakini bahwa pesantren mampu menjadi pusat gerakan ekonomi kerakyatan yang profesional dan mandiri.
“Semoga sinergi ini membawa keberkahan bagi pesantren dan masyarakat sekitarnya,” tutupnya.