Bukan Hanya Semarang, Wilayah Jateng Terendam Hujan Oktober 2025

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Bukan Hanya Semarang, Wilayah Jateng Terendam Hujan Oktober 2025
Bukan Hanya Semarang, Wilayah Jateng Terendam Hujan Oktober 2025

Tim BPBD Jateng Tangani Banjung di Semarang dan Wilayah Lain

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, menyatakan bahwa timnya telah diterjunkan untuk mendukung penanganan banjir yang melanda Kota Semarang dan sejumlah wilayah lain akibat hujan deras pada Rabu malam 22 Oktober 2025.

“Sejak kejadian banjir kemarin, tim BPBD provinsi sudah turun membantu BPBD Kota Semarang bersama para relawan, TNI, Polri, dan masyarakat,” ujar Bergas di kantor BPBD Jateng, Kamis 23 Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hujan dengan intensitas tinggi yang merata di beberapa daerah Jawa Tengah menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik di Semarang, Demak, dan Grobogan. Di Semarang, air mulai naik di kawasan Kaligawe dan Genuk sejak Rabu malam.

Beberapa titik pengungsian dan dapur umum telah disiapkan, meskipun hingga malam hari belum banyak warga yang mengungsi. “Yang penting, bantuan logistik sudah kami distribusikan sejak tadi malam,” kata Bergas.

BPBD Jateng juga melakukan langkah cepat dengan mengerahkan mobile pump di Rumah Pompa Tenggang dan Sringin untuk mempercepat penurunan debit air. Pompa di Tenggang telah beroperasi, sedangkan di Sringin masih dalam proses mobilisasi karena akses menuju lokasi cukup sulit.

Bergas menjelaskan, kondisi topografi Semarang yang berupa cekungan membuat sistem pompa menjadi faktor vital dalam mengendalikan banjir. “Pompa adalah andalan utama di Semarang. Untuk Kaligawe menggunakan pompa di Tenggang, sementara Genuk mengandalkan pompa di Sringin,” jelasnya.

Rumah Pompa Tenggang memiliki enam unit mesin, sedangkan Sringin memiliki lima. Namun saat ini, hanya dua unit di masing-masing lokasi yang aktif karena sebagian sedang dalam tahap peningkatan kapasitas dari mesin berbahan bakar solar menjadi listrik. “Upgrading ini agar semua pompa bisa beroperasi penuh secara bersamaan,” tambah Bergas.

Ia menegaskan, efektivitas penanganan banjir saat ini bergantung pada kemampuan pompa dan kondisi cuaca. Peningkatan kapasitas pompa oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tengah dilakukan sebagai solusi jangka panjang agar sistem dapat berfungsi optimal.

Selain di Semarang, BPBD Jateng juga memantau kondisi banjir di Grobogan dan Demak, serta beberapa kejadian tanah longsor di wilayah Jawa Tengah bagian timur. Masyarakat diimbau tetap waspada menghadapi masa peralihan musim yang rawan cuaca ekstrem.

“Harapan kami, rekan-rekan BPBD di daerah dan para relawan dapat terus mengingatkan masyarakat agar selalu siaga terhadap potensi bencana,” tutur Bergas.

Sementara itu, Saefudin (50), seorang sopir truk asal Jepara, mengaku sempat terjebak banjir di Kaligawe saat hendak menuju Kudus. Ia menilai pemerintah telah berupaya menangani situasi dengan cepat dan berharap kondisi segera pulih.

Upaya Pemulihan dan Persiapan Jangka Panjang

Dalam upaya pemulihan, BPBD Jateng terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar. Meski jumlah pengungsi belum begitu besar, persiapan untuk kebutuhan dasar seperti makanan, air minum, dan perlengkapan tidur tetap dilakukan.

Selain itu, tim teknis BPBD juga melakukan evaluasi terhadap sistem pompa yang ada. Dengan adanya peningkatan kapasitas pompa, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengatasi banjir di masa depan. Proses upgrading ini tidak hanya dilakukan di Tenggang dan Sringin, tetapi juga di beberapa lokasi lain yang rentan terkena dampak banjir.

Pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah-wilayah yang rawan bencana. Berbagai program pencegahan dan mitigasi bencana terus digalakkan, termasuk pelatihan kepada masyarakat tentang cara menghadapi kondisi darurat.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari instansi terkait. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan diri serta keluarga.

Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kebencanaan, diharapkan situasi banjir yang terjadi dapat segera teratasi dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan