
Penjelasan Densus 88 Antiteror Terkait Ledakan SMAN 72 Jakarta
Densus 88 Antiteror Polri telah mengungkap fakta terbaru mengenai kasus ledakan yang terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading. Pelaku dari kejadian tersebut diketahui berstatus sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH). Dalam konferensi pers yang digelar di Polda Metro Jaya pada Selasa (11/11/2025), AKBP Mayndra Eka Wardhana, dari PPID Densus 88 Anti Teror Polri, menyampaikan bahwa pelaku terpapar ideologi kekerasan.
Paparan ideologi ini berasal dari komunikasi transnasional yang berkembang di dunia maya. Meskipun demikian, AKBP Mayndra menegaskan bahwa ABH tidak terlibat dalam aksi terorisme. "Tidak ditemukan adanya aktivitas terorisme yang dilakukan oleh ABH," ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Aksi yang dilakukan oleh ABH diklasifikasikan sebagai tindakan kriminal umum. Namun, pelaku sangat mungkin terpapar aliran kekerasan dari internet. Hal ini menjadi dasar bagi ABH untuk meniru tindakan pengeboman yang pernah terjadi sebelumnya. Densus 88 menyebut tindakan ini sebagai copycat, yaitu peniruan atas aksi kekerasan dan terorisme.
Peristiwa ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat (7/11/2025) siang. Pelaku membawa tujuh bom, empat di antaranya meledak. Ledakan tersebut menyebabkan puluhan orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Polda Metro Jaya telah memastikan bahwa pelaku tidak terafiliasi dengan kelompok terorisme. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa motif pelaku dipicu oleh kurangnya perhatian dari keluarga. Ia juga menegaskan bahwa pelaku bukan anti-Islam.
"Apakah ada kaitan dengan pelaku teror? kita juga ingin meluruskan kepada masyarakat memang terjadi di tempat ibadah tetapi yang bersangkutan ini bukan anti Islam," katanya.
Pelaku memiliki rasa ketidaksukaan yang tidak ia sampaikan secara frontal. Mantan Kapolres Malang Kota ini menyebut bahwa pelaku masih berstatus anak berhadapan dengan hukum. Namun, hingga kini polisi belum mengungkap identitas terduga pelaku.
"Jangan sampai dipikirkan ini menjadi anti-Islam terus ataupun ini memang perbuatan murni berangkat dari dirinya sendiri," tegasnya.
Saat ini, ABH masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati. Polisi telah menggeledah rumah pelaku dan menyita buku hingga dokumen sebagai barang bukti. Kombes Budi enggan mengungkapkan materi pemeriksaan terhadap orang tua pelaku. Dia hanya menyebut bahwa orang tua pelaku bekerja sebagai pegawai swasta.
"Dari hasil pemeriksaan awal, ada wujud rasa ketidaksukaan, rasa menyampaikan tetapi tidak secara frontal (yang diungkapkan pelaku)," imbuhnya.
Faktor-Faktor yang Memicu Tindakan ABH
Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Polda Metro Jaya, beberapa faktor utama yang memicu tindakan ABH adalah:
-
Kurangnya perhatian dari keluarga:
Pelaku tampaknya merasa tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari lingkungan keluarganya. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab munculnya rasa tidak puas atau kesedihan yang tidak dapat diekspresikan secara langsung. -
Akumulasi rasa ketidaksukaan:
Pelaku memiliki rasa ketidaksukaan terhadap sesuatu, namun hal itu tidak disampaikan secara frontal. Rasa ini kemungkinan besar menjadi akar dari tindakan yang dilakukannya. -
Terpapar ideologi kekerasan melalui media digital:
Pelaku terpapar ideologi kekerasan melalui komunikasi transnasional di dunia maya. Ide-ide ini mungkin memberikan pengaruh pada cara pandang dan tindakan pelaku.
Tindakan yang Dilakukan oleh Pihak Berwajib
Setelah kejadian ledakan, pihak berwajib melakukan serangkaian tindakan untuk menangani kasus ini. Beberapa di antaranya adalah:
-
Penyelidikan terhadap pelaku:
ABH masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan latar belakang pelaku. -
Penggeledahan rumah pelaku:
Polisi menggeledah rumah pelaku dan menyita berbagai buku serta dokumen sebagai barang bukti. -
Pemeriksaan terhadap orang tua pelaku:
Meski detail pemeriksaan tidak diungkapkan secara terbuka, pihak berwajib telah melakukan pemeriksaan terhadap orang tua pelaku.