
Motif Pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely Terungkap
Perlahan-lahan, motif di balik kematian Brigadir Esco Faska Rely mulai terungkap. Dugaan kuat mengarah pada istri korban, Briptu Rizka Sintiyani, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Namun, motif yang muncul tidak berkaitan dengan perselingkuhan, melainkan terkait utang bank yang harus dilunasi jika Esco meninggal dunia.
Beberapa hari sebelum kejadian tragis tersebut, Rizka sempat melakukan komunikasi dengan pihak bank. Informasi ini diperoleh dari kuasa hukum keluarga korban. Menurut keterangan Acim, kakek dari Brigadir Esco, Rizka menanyakan apakah utang yang dimiliki oleh suaminya akan lunas jika Esco meninggal. Pihak bank menjawab bahwa jika peminjam uang meninggal, maka hutang tersebut dianggap lunas. Hal ini membuat keluarga semakin mencurigai Rizka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Briptu Rizka dituduh sebagai tersangka dalam kasus ini setelah jenazah Esco ditemukan di belakang rumahnya, Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada Minggu (24/8/2025). Korban ditemukan dalam kondisi wajah hancur, leher terikat tali, dan tubuh membengkak. Sejak kejadian itu, Rizka tidak pernah memperagakan rekonstruksi versi penyidik, meskipun polisi telah menyelenggarakan beberapa kali.
Dalam rekonstruksi yang digelar di rumah Esco dan Rizka, muncul sosok pria lain yang disebut-sebut berpapasan dengan Rizka. Pria tersebut bernama Fadil. Dalam adegan, Rizka mengaku sempat bertemu Fadil dan ia masuk ke dalam rumah. Namun, Rizka tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kejadian tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa Fadil masuk terlebih dahulu, sementara dirinya hanya berpapasan.
Keluarga korban merasa kecewa karena tidak diizinkan menyaksikan proses rekonstruksi secara langsung. Ayah dari Brigadir Esco, Samsul Herawadi, menyampaikan kekecewaannya. Ia merasa tidak diberi informasi yang jelas tentang apa yang terjadi di dalam rumah selama rekonstruksi berlangsung. Selain itu, Samsul juga menyayangkan fakta bahwa rekonstruksi diadakan secara internal tanpa melibatkan keluarga.
Pengacara Briptu Rizka, Lalu Armayadi, menjelaskan bahwa kliennya tidak melapor ke polisi saat suaminya ditemukan tewas. Menurutnya, Rizka terlalu syok dan tidak dapat berpikir jernih. Ia juga menekankan bahwa Rizka telah melakukan pencarian terhadap Esco secara maksimal, bahkan sampai datang ke Polsek Sekotong. Menurut Armayadi, Rizka memilih untuk mencari sendiri karena tak ingin suaminya bermasalah.
Selain itu, dalam rekonstruksi, Rizka memperagakan sekitar 30 adegan, seperti mencuci pakaian, menggunakan motor, dan mencium bau bangkai dari dalam rumah. Namun, tidak ada adegan pembunuhan yang diperagakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi keluarga korban, yang merasa ada hal yang disembunyikan.
Sampai saat ini, motif utama kematian Brigadir Esco masih menjadi teka-teki. Meskipun banyak informasi yang muncul, keluarga tetap merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan. Mereka berharap semua fakta bisa terungkap sepenuhnya agar keadilan dapat ditegakkan.