
DIREKTUR Utama Perusahaan Umum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan rencana ekspor beras dan jagung pada tahun ini. “Kami menargetkan di tahun 2026 ini, memang Bulog akan melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Januari 2026.
Ahmad menyatakan siap mengekspor dua komoditas itu pada tahun ini. Menurut dia, rencana ekspor merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam kegiatan panen raya pada Rabu, 7 Januari 2026.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ahmad mengatakan Bulog akan bekerja sama dengan kepolisian dalam rencana mengekspor jagung dan beras. Indonesia juga mengekspor jagung pada 2025. Data proyeksi neraca pangan nasional tahun 2025 per Desember 2025 mencatat realisasi ekspor jagung sebanyak 21,3 ribu ton hingga November 2025. Sementara itu terdapat rencana ekspor jagung sebanyak 31,6 ribu ton pada Desember 2025.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Indonesia mengalami surplus produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sebanyak 463,9 ribu ton pada 2025. Surplus itu didasarkan hitungan Badan Pangan Nasional atas selisih produksi jagung pada 2025 sebesar 16,11 juta ton dan jumlah konsumsi jagung sebanyak 15,65 juta ton pada tahun itu.
Amran mengatakan produksi jagung pada 2025 meningkat 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah 15,14 juta ton. Menurut Amran, surplus produksi jagung pada 2025 melebihi capaian di pada 2023.
Amran mengatakan produksi jagung pada 2023 sebesar di 14,77 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun sebanyak 14,47 juta ton. Walhasil, Indonesia surplus sebanyak 307,4 ribu ton pada 2023.
Dengan perbandingan jumlah tersebut, Amran menyatakan surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat 23,2 persen dari 307,4 ribu ton bertambah menjadi 463,9 ribu ton selama dua tahun terakhir.
Kondisi surplus itu menjadi sorotan Amran untuk mendorong Bulog mempersiapkan diri agar melaksanakan ekspor stok jagung. "Kita siap-siap ekspor. Bulog, tolong ini bukan pekerjaan kecil," kata Amran.