Bulog Siap Bangun 100 Gudang dengan Anggaran Rp5 Triliun, Celios: Terlalu Mahal

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Bulog Siap Bangun 100 Gudang dengan Anggaran Rp5 Triliun, Celios: Terlalu Mahal


aiotrade, JAKARTA — Sebuah lembaga riset ekonomi dan hukum, Center of Economics and Law Studies (Celios), memberikan kritik terhadap rencana pembangunan 100 gudang oleh Perum Bulog dengan dana sebesar Rp5 triliun. Rencana ini akan dimulai pada Januari 2026.

Setiap gudang yang dibangun memiliki kapasitas berbeda-beda, berkisar antara 1.000 hingga 7.000 ton, tergantung luas lahan pertanian di masing-masing daerah. Direktur Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai bahwa anggaran yang dialokasikan untuk setiap gudang terlalu mahal jika tidak dilengkapi dengan mesin penggiling padi (rice milling unit/RMU).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Secara rata-rata, angka Rp50 miliar per gudang tergolong tinggi. Bahkan bisa dikatakan mahal. Terlebih jika tidak dilengkapi oleh rice mill,” ujar Bhima dalam wawancara Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, keberadaan mesin penggiling padi tetap penting bahkan di daerah yang tidak memiliki produksi beras. Alasannya, daerah tersebut dapat menyerap gabah dari daerah lain. Dengan demikian, saat terjadi lonjakan kebutuhan, gabah bisa segera dikonversi menjadi beras.

Bhima juga menyebutkan bahwa dengan anggaran Rp5 triliun, Bulog bisa membangun sekitar 130 gudang lengkap dengan mesin penggiling padi. Namun, hal ini bergantung pada kapasitas masing-masing gudang.

Selain itu, Celios juga mengkritik cara pembangunan gudang yang hanya melibatkan BUMN Karya. Mereka menilai, pelaku usaha lokal atau daerah sekitar seharusnya turut serta dalam proyek ini untuk membantu menggerakkan perekonomian.

“Jika dikerjakan oleh badan usaha milik desa atau pelaku usaha swasta, itu lebih baik. Yang penting spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan Bulog,” jelas Bhima.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan agar Bulog segera membangun 100 gudang untuk menyimpan beras dan jagung.

Rizal menjelaskan bahwa gudang-gudang tersebut akan diprioritaskan di kabupaten dan kota yang belum memiliki gudang, agar lebih efisien dan biaya operasional lebih murah. Selain itu, pembangunan gudang juga akan difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Nias Selatan dan Morotai.

“Alasannya adalah karena kondisi cuaca dan musim tertentu membuat kapal sulit berlayar ke sana. Oleh karena itu, gudang diperlukan sebagai solusi,” kata Rizal saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Namun, tidak semua gudang dilengkapi dengan mesin penggiling padi (RMU) maupun dryer. Rizal menjelaskan bahwa di daerah yang bukan sentra produksi pangan, Bulog hanya akan membangun gudang biasa. Sementara itu, daerah yang memiliki sentra produksi akan dilengkapi dengan RMU, dryer, dan fasilitas lainnya.

Ke depan, Bulog akan melakukan sinkronisasi data dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengetahui daerah mana saja yang menjadi sentra produksi, infrastruktur, SDM, hingga teknologi.

Bulog akan memprioritaskan BUMN Karya untuk membangun 100 gudang tersebut. Namun, hingga saat ini, Bulog belum memutuskan BUMN Karya mana yang akan terlibat dalam proyek ini.

Meski begitu, Bulog menargetkan 100 gudang tersebut akan rampung pada tahun ini.

“Kita inginnya 100 gudang itu selesai dalam satu tahun. Tapi kita tidak tahu, karena ada faktor material, alam, cuaca, dan lain sebagainya yang tidak bisa diprediksi,” pungkas Rizal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan