
Proses Akuisisi Jubilee Metals Limited oleh BUMI
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) telah menyelesaikan proses akuisisi atas perusahaan tambang emas yang berada di Australia, yaitu Jubilee Metals Limited (JML). Nilai transaksi yang dilakukan mencapai Rp346,93 miliar atau setara dengan 31,47 juta dolar Australia. Langkah ini menjadi salah satu bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha BUMI.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), BUMI menjelaskan bahwa pada 18 Desember 2025, perseroan telah melakukan transaksi pengambilan bagian atas sejumlah 3.312.632 saham baru yang diterbitkan JML. Transaksi ini merupakan bagian dari rencana pengambilalihan JML secara keseluruhan.
Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti, menyatakan bahwa pelaksanaan transaksi ini adalah rangkaian penyelesaian dari rencana pengambilalihan JML oleh perseroan. Dengan demikian, hingga tanggal tersebut, BUMI telah memiliki 5.734.770 saham JML, yang setara dengan 64,98% kepemilikan saham.
Strategi dan Dampak Positif dari Akuisisi
Menurut BUMI, transaksi ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan rencana transformasi perseroan. Selain itu, akuisisi ini juga menjadi bagian dari program diversifikasi usaha BUMI di luar sektor batu bara. Dengan memperluas cakupan bisnisnya, BUMI berharap dapat meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.
“Transaksi ini akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham Perseroan,” ujar Dharmayanti dalam pernyataannya.
Sebelumnya, Direktur BUMI Rio Supin menjelaskan bahwa perseroan berencana untuk mengakuisisi maksimal 65% saham JML. Namun, hingga saat ini belum ada rencana lebih lanjut apakah BUMI akan menambah kepemilikan saham di JML atau tidak.
Fokus pada Operasional Tambang JML
Rio Supin menuturkan bahwa saat ini fokus manajemen BUMI adalah bagaimana tambang JML bisa segera beroperasi sesuai dengan rencana. Dengan adanya operasi tambang yang lancar, BUMI berharap dapat memperoleh hasil yang optimal dari investasi yang telah dilakukan.
Sebagai informasi tambahan, JML merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas yang sudah dalam tahap produksi. Hingga akhir September 2025, BUMI diketahui telah menggenggam sebanyak 41,36% saham JML.
Proses Akuisisi Secara Bertahap
BUMI melakukan akuisisi JML secara bertahap melalui beberapa metode. Salah satunya adalah konversi utang menjadi penyertaan modal. Selain itu, proses akuisisi juga dilakukan melalui transaksi jual beli atau penerbitan saham tambahan.
Peringatan
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.