Bunga Tabebuya di Bekasi, Keindahan Saat Musim Kemarau

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Bunga Tabebuya di Bekasi, Keindahan Saat Musim Kemarau


Di tengah musim kemarau yang panas, Kota Bekasi, Jawa Barat, justru menunjukkan keindahan alamnya melalui bunga Tabebuya yang sedang mekar di berbagai jalur utama kota. Warna kuning cerah dari kelopak bunga ini seolah mengubah kesan kota yang padat dan sibuk menjadi lebih hangat, romantis, serta tenang. Sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Cut Mutia, pohon-pohon Tabebuya berbaris rapi, membentuk lorong keemasan yang indah dilihat mata.

Setiap angin yang berhembus membuat kelopak bunga berguguran, menciptakan pemandangan seperti hujan bunga yang menenangkan hati siapa pun yang melintas. Bagi warga Bekasi, pemandangan ini bukan hal yang biasa. Banyak pengendara yang berhenti sejenak untuk berfoto, menikmati suasana, atau sekadar duduk di bawah pepohonan sambil melihat kelopak bunga yang jatuh.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Momen tersebut seolah membawa mereka ke Jepang, negeri asal bunga yang juga dikenal sebagai sakura kuning. “Sudah seminggu bunganya bermekaran. Kalau tiap hari, kita bersihkan gugurannya karena angin suka membawa ke jalan,” ujar Hendra Adhianto, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, saat ditemui di kawasan Ahmad Yani, Senin (20/10).


Menurut Hendra, guguran bunga biasanya menumpuk saat siang hari ketika angin sedang kencang. Para petugas kebersihan rutin menyapu jalan agar tetap rapi, tapi mereka juga mengaku senang karena keindahan Tabebuya membuat suasana kerja terasa lebih menyenangkan. “Kalau lagi musim mekar begini, banyak orang yang berhenti foto-foto. Kadang sambil nanya, ini bunga Jepang ya? Ya, katanya begitu, bunga Tabebuya. Cantik memang,” tambahnya sambil tersenyum.

Fenomena mekar Tabebuya ini sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah Kota Bekasi mulai menanam pohon Tabebuya sejak beberapa tahun lalu sebagai bagian dari program penghijauan kota. Sedikitnya seribu pohon Tabebuya kini tumbuh di berbagai titik, termasuk Jalan Ahmad Yani, Jalan Cut Mutia, Jalan Chairil Anwar, dan beberapa kawasan taman kota.

Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan mudah beradaptasi dengan cuaca tropis. Selain itu, Tabebuya juga tidak membutuhkan perawatan khusus namun tetap mampu memberikan efek visual yang menyejukkan bagi lingkungan perkotaan.


Musim berbunga Tabebuya biasanya terjadi pada kemarau panjang, sekitar Agustus hingga Oktober. Setelah itu, kelopak bunga akan rontok dan digantikan daun-daun hijau muda. Siklus ini membuat kehadiran Tabebuya selalu dinantikan warga, menjadi simbol bahwa di tengah teriknya cuaca Bekasi, masih ada sisi lembut dan menawan dari kota ini.

Bunga Tabebuya yang berasal dari Amerika Selatan namun banyak dibudidayakan di Asia Timur, termasuk Jepang, kini telah menjadi identitas baru bagi Kota Bekasi. Pemerintah daerah diminta menambah jumlah pohon di kawasan lain agar “musim semi Bekasi” bisa dinikmati lebih banyak warga. “Kalau seluruh jalan di Bekasi ditanami Tabebuya, saya rasa bakal jadi daya tarik wisata baru. Indah banget, apalagi kalau pagi atau sore hari,” ujar Rini, warga Bekasi Timur yang kerap berolahraga di sepanjang Ahmad Yani.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan