
Kunjungan Kepala BNPB ke Aceh Utara
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, mengajak Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, untuk melihat langsung kondisi kerusakan akibat bencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut. Kunjungan ini dilakukan pada Senin (15/12/2025) di beberapa lokasi yang terdampak parah.
Ismail A Jalil juga memandu Suharyanto untuk mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Rumoh Rayeuk dan Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan. Selama kunjungan, Bupati menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir, termasuk alat berat dan mobil pengangkut sampah. Ia menegaskan bahwa jalan dan rumah-rumah di kawasan tersebut masih penuh dengan lumpur, sementara sampah tersebar di mana-mana.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kebutuhan Darurat
Menurut Bupati, masyarakat membutuhkan pembuatan sumur bor dan tandon air untuk kebutuhan pengungsi. Selain itu, diperlukan tenda pengungsi, tenda keluarga, mukena, sajadah, kain sarung, serta perlengkapan ibadah lainnya. Ia juga menyebutkan kebutuhan akan MCK portable dan mesin generator. Listrik belum menyala di Aceh Utara, sehingga perlu adanya Starlink untuk memperbaiki telekomunikasi yang putus.
Ismail A Jalil meminta agar sebelum bulan Ramadhan, hunian sementara dapat dibangun agar pengungsi bisa nyaman beribadah. Ia berharap, jika memungkinkan, korban banjir bisa langsung mendapatkan rumah permanen.
Dana untuk Hunian Korban Banjir
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan rencana pembangunan hunian sementara dan permanen bagi korban banjir di Aceh Utara. Dalam pertemuan dengan Bupati Ismail A Jalil, ia menyatakan bahwa hunian sementara akan dibangun oleh pemerintah. Masyarakat boleh memilih apakah ingin tinggal di hunian sementara atau di rumah keluarga.
“Jika memilih tinggal di rumah keluarga, pemerintah akan memberikan biaya sebesar Rp 600.000 per bulan selama enam bulan,” kata Suharyanto kepada wartawan di Langkahan, Aceh Utara, Selasa (16/12/2025).
Untuk biaya pembangunan rumah, Suharyanto merinci anggaran sebagai berikut: - Rumah baru: Rp 60 juta - Rumah rusak sedang: Rp 30 juta - Rumah rusak ringan: Rp 15 juta
Lokasi pembangunan rumah bisa ditentukan oleh warga sendiri, asalkan tanahnya sudah disertakan. Selain itu, Bupati akan menentukan lokasi, sehingga rakyat bisa memilih sendiri. Asal tanahnya tunjukkan, maka rumah akan dibangun, dan tanahnya aman tanpa sengketa.
Pentingnya Pendataan
Suharyanto juga menekankan pentingnya ketelitian dalam pendataan. Ia meminta agar data segera dilaporkan agar prosesnya bisa berjalan bertahap. “Harap pendataannya teliti. Laporkan segera sehingga bisa berproses secara bertahap,” pungkasnya.
Situasi Terkini di Aceh Utara
Sebelumnya diberitakan bahwa sebanyak 69.020 pengungsi masih bertahan di 138 titik pengungsian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, ada sebanyak 1.111 orang luka. Ada 163 orang dilaporkan meninggal dunia, dan enam orang masih dalam pencarian.
Selain itu, kerusakan lain mencakup 12 daerah irigasi yang rusak, serta delapan daerah irigasi tersier yang juga rusak diterjang banjir. Luas sawah yang terendam lumpur mencapai 14.509 hektar, dengan ketinggian satu hingga dua meter, dan tidak bisa digunakan lagi.