
SAMPIT, aiotrade.CO
– Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memiliki rencana untuk memberikan nuansa baru dalam peringatan Hari Santri pada tahun depan. Ia berharap acara ini tidak hanya menjadi kegiatan formal, tetapi juga menjadi momen kebahagiaan yang bisa dinikmati oleh seluruh santri dan masyarakat.
Menurut Halikinnor, selama ini santri jarang merasakan suasana perayaan di luar lingkungan pondok pesantren karena kesibukan belajar yang tinggi. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar momentum Hari Santri dijadikan sebagai hari raya kebersamaan yang penuh kegembiraan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya ingin ke depan Hari Santri dibuat seperti hari raya yang gembira. Santri ini kan jarang sekali keluar seperti pelajar lainnya, mereka lebih banyak berada di pondok. Jadi kita buat acaranya lebih meriah, penuh kebahagiaan,” ujarnya, Rabu (22/10).
Bupati menuturkan, kebahagiaan itu bisa diwujudkan melalui kegiatan rakyat yang melibatkan para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Ia bahkan mengusulkan agar disediakan makanan gratis bagi peserta acara, dengan pembiayaan hasil gotong royong para pejabat daerah.
“Nanti kita libatkan UMKM, khususnya pedagang kue dan makanan tradisional. Mereka bisa menyediakan hidangan seperti nasi kuning dan jajanan khas. Biayanya nanti kita urunan bersama. Jadi suasananya benar-benar seperti pesta rakyat,” katanya.
Ia menambahkan, konsep semacam ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga memperkuat jalinan sosial antara santri, masyarakat umum, dan pelajar dari sekolah lain. Melalui kegiatan itu, diharapkan muncul semangat kebersamaan di kalangan generasi muda.
“Harapan saya, tahun depan Hari Santri bisa lebih meriah dan melibatkan semua pihak. Tidak hanya santri, tetapi juga pelajar umum. Supaya ada kebersamaan dan saling mengenal di antara mereka,” tegasnya.
Selain bernilai religius, gagasan tersebut dinilai Halikinnor dapat memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Dengan melibatkan pedagang kecil dalam kegiatan besar keagamaan, perputaran ekonomi masyarakat bisa ikut bergerak.
“Kita ingin kebahagiaan itu menyebar. Santri bahagia, masyarakat ikut senang, dan UMKM juga dapat rezeki. Jadi maknanya bukan hanya perayaan semata, tetapi ada nilai sosial dan ekonomi yang dirasakan bersama,” pungkasnya.
Inisiatif Kreatif untuk Perayaan yang Lebih Meriah
Berikut beberapa inisiatif yang akan diterapkan dalam perayaan Hari Santri tahun depan:
-
Pelibatan UMKM:
Para pelaku UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner, akan dilibatkan dalam penyelenggaraan acara. Mereka akan menyediakan hidangan khas seperti nasi kuning dan jajanan tradisional, sehingga memberikan ruang bagi pengembangan ekonomi lokal. -
Gotong Royong dalam Pembiayaan:
Biaya penyelenggaraan acara akan ditanggung melalui gotong royong dari para pejabat daerah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih inklusif dan ramah bagi seluruh peserta. -
Kegiatan yang Berbasis Rakyat:
Acara akan dirancang sedemikian rupa agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas, bukan hanya kalangan santri. Ini bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih baik antara santri dan masyarakat umum. -
Peningkatan Semangat Kebersamaan:
Dengan adanya kegiatan yang melibatkan berbagai pihak, diharapkan muncul semangat kebersamaan di kalangan generasi muda, termasuk pelajar dari sekolah-sekolah lain.
Tujuan yang Lebih Luas
Tujuan utama dari rencana ini adalah untuk menciptakan perayaan yang tidak hanya bermakna secara religius, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Dengan melibatkan UMKM dan masyarakat umum, diharapkan acara ini dapat menjadi contoh bagaimana perayaan keagamaan bisa menjadi sarana untuk memperkuat perekonomian lokal.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membuka ruang bagi santri agar lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Dengan begitu, diharapkan tercipta rasa saling menghargai dan memahami antara berbagai kalangan masyarakat.
Dengan konsep yang lebih meriah dan inklusif, Hari Santri tahun depan diharapkan menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh pihak yang terlibat.