
Bupati OKU Menerima Cinderamata Karikatur dari Sriwijaya Post-Tribun Sumsel
Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd, menerima cinderamata berupa karikatur dirinya dari Pemimpin Redaksi Sriwijaya Post–Tribun Sumsel, Yudie Thirzano. Penyerahan cinderamata tersebut berlangsung di sela kegiatan dialog interaktif bertajuk “Inovasi dan Terobosan Mendorong Sumsel Mandiri Pangan” yang digelar di Hotel Novotel Palembang, Jumat (24/10/2025).
Bupati Teddy tampak tersenyum lebar saat menerima karikatur yang menggambarkan dirinya sedang berolahraga joging. Joging memang menjadi salah satu olahraga favorit Bupati OKU selain hiking.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dialog interaktif yang diinisiasi oleh Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel ini merupakan bagian dari program “Gebrakan Sang Pemimpin” yang menghadirkan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru bersama 17 kepala daerah se-Sumsel. Acara yang dimoderatori oleh News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra, itu membahas strategi dan komitmen bersama untuk memperkuat Sumsel sebagai lumbung pangan nasional.
Potensi Sektor Perkebunan di Kabupaten OKU
Dalam sesi diskusi, Bupati Teddy Meilwansyah mengungkapkan bahwa Kabupaten OKU memiliki potensi besar dari sektor perkebunan, khususnya sawit, karet, dan kopi. Menurutnya, kopi menjadi salah satu komoditas unggulan yang tengah dikembangkan melalui program tumpang sari dengan tanaman karet.
“Selain sawit dan karet sebagai tanaman primadona, OKU juga memiliki potensi kopi yang besar. Saat ini kita sedang mengembangkan kopi Liberika melalui pola tumpang sari di antara tanaman karet,” ujar Teddy.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten OKU, Husmin SP MM, melalui Kabid Perkebunan Mirza AP menambahkan, luas areal perkebunan kopi di OKU mencapai 22.099 hektare. Dari total tersebut, 17.221 hektare merupakan kebun yang sudah menghasilkan dengan produksi sekitar 20.665 ton biji kering per tahun.
“Jenis kopi yang dominan di OKU adalah robusta, karena cocok dengan kondisi wilayah yang berada di ketinggian 990 meter di atas permukaan laut,” jelas Mirza.
Distribusi Kebun Kopi di OKU
Kebun kopi tersebar di sejumlah kecamatan seperti Pengandonan, Ulu Ogan, Muara Jaya, Lengkiti, dan Sosoh Buay Rayap dengan jumlah petani mencapai 20.988 orang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perkebunan kopi sangat berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Acara yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi wadah bagi para kepala daerah di Sumsel untuk berbagi gagasan dalam memperkuat kemandirian pangan di daerah masing-masing.
Kehadiran Gubernur dan Kepala Daerah
Kehadiran Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru bersama 17 kepala daerah se-Sumsel menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional. Melalui dialog interaktif ini, para pemimpin daerah saling berbagi strategi dan inovasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Program “Gebrakan Sang Pemimpin” yang diinisiasi oleh Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel menjadi ajang penting untuk membangun kolaborasi antar daerah. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Sumsel dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Tantangan dan Peluang di Sektor Pertanian
Meskipun memiliki potensi besar, sektor pertanian di Sumsel masih menghadapi tantangan seperti infrastruktur yang belum merata dan kurangnya akses pasar bagi petani. Namun, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, peluang untuk meningkatkan hasil pertanian tetap terbuka.
Bupati Teddy Meilwansyah menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupaya memperbaiki sistem distribusi dan pemasaran produk pertanian. Hal ini dilakukan agar petani dapat mendapatkan harga yang layak dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kesimpulan
Melalui dialog interaktif ini, diharapkan akan lahir solusi-solusi inovatif yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Sumsel dapat menjadi contoh dalam membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan.