
Mutasi 138 Pejabat di Ponorogo Sebelum OTT KPK
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi situasi yang mengejutkan setelah Bupati Sugiri terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, sebelum kejadian tersebut, Sugiri telah melakukan mutasi terhadap 138 pejabat di lingkungan pemerintahan daerah. Mutasi ini dilakukan pada Jumat siang sebelum OTT berlangsung.
Dalam proses mutasi tersebut, terdapat beberapa posisi penting yang bergeser. Di antaranya adalah dua orang kepala dinas eselon II, sejumlah sekretaris dinas, kepala bidang di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), serta kepala bagian, kepala seksi, lurah, dan camat. Proses mutasi ini tidak dilakukan secara mendadak, melainkan melalui proses yang cukup panjang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bupati Sugiri menjelaskan bahwa mutasi ini dilakukan dengan pertimbangan matang. Ia menyatakan bahwa meski prosesnya memakan waktu, belum semua posisi terisi. Beberapa jabatan masih kosong dan akan diusulkan kembali untuk memastikan bahwa orang yang tepat berada di tempat yang benar.
"Ini prosesnya panjang, tapi belum kita temukan semua. Masih ada beberapa yang perlu disusulkan kembali, kita petakan kembali biar kita mendapatkan orang yang benar di tempat yang benar, the right man on the right place," ujarnya.
Sugiri juga mengakui bahwa masih ada beberapa kursi kepala dinas yang kosong. Untuk mengisi jabatan-jabatan tersebut, pihaknya akan membuka lelang jabatan secara transparan. Tujuan dari lelang ini adalah untuk mendapatkan orang-orang yang sesuai dengan kriteria dan kebutuhan pemerintahan.
"Nanti kita buka lelang terbuka, secara fair mudah-mudahan mendapatkan orang yang sesuai dengan kriteria dan yang dibutuhkan oleh negara," tambahnya.
Menurut Sugiri, mutasi lebih cepat lebih baik agar kursi kosong segera terisi. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat. Ia juga berharap para pejabat baru dapat meningkatkan etos kerja serta menambah integritas dan inovasi dalam menjalankan tugas mereka.
"Terkait mutasi ini jangan gelo (kecewa red) karena barangkali tidak sesuai dengan mimpinya. Ya memang hidup itu begitu," katanya.
Selain itu, Sugiri berpesan agar pejabat baru tidak hanya fokus pada kerja keras, tetapi juga menjunjung integritas dan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang bayar atau menyogok dalam proses mutasi ini.
"Saya tidak minta aneh-aneh, saya hanya butuh teman-teman fokus, inovasi, kerja keras, integritas dan mampu melayani rakyat yang hari ini belum dilayani. Yang lain-lain saya tidak minta aneh-aneh, ada nggak yang bayar, ada nggak yang menyogok tadi saya tanya begitu sehingga jangan sampai ini menjadi isu buruk," pesannya.
Beberapa pejabat yang dimutasi antara lain Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan), yang sebelumnya dijabat Suprianto kini digantikan Herry Sutrisno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Sedangkan Suprianto, kini menduduki posisi baru sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.