
Operasi Tangkap Tangan KPK Terkait Pemanggilan Bupati Ponorogo ke Jakarta
Pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dibawa ke Jakarta pada hari Sabtu, 8 November 2025. Salah satu yang terjaring dalam operasi tersebut adalah Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa ada lebih dari tujuh orang yang ditangkap dalam operasi senyap ini. Meski jumlah pastinya belum diungkapkan, ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang diamankan akan segera dibawa ke Jakarta untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyampaikan bahwa OTT kali ini terkait dengan mutasi jabatan di Kabupaten Ponorogo. Operasi tersebut berlangsung di Ponorogo pada hari Jumat, 7 November 2025.
Ini merupakan OTT ketujuh yang dilakukan oleh KPK pada tahun 2025. Sebelumnya, KPK telah melakukan beberapa operasi serupa di berbagai daerah, seperti:
-
OTT pertama berlangsung pada Maret 2025 di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Dalam operasi ini, enam orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Nopriansyah (Kepala Dinas PUPR OKU), Ferlan Juliansyah (Anggota DPRD OKU), M Fahrudin (Ketua Komisi III DPRD OKU), Umi Hartati (Ketua Komisi II DPRD OKU), MFZ (pemilik perusahaan PT DNG), dan ASS (pemilik perusahaan PT RN).
-
OTT kedua berlangsung di Sumatra Utara pada Juni 2025. Enam pihak ditangkap, namun hanya lima yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Topan Obaja Putra Ginting (Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumatra Utara), Rasuli Efendi Siregar (Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumatra Utara), Heliyanto (PPK Satker PJN Wilayah I Sumatra Utara), Akhirudin Efendi Siregar (Dirut PT DNG), dan Rayhan Dulasmi Pilang (PT RN).
-
OTT ketiga terjadi pada 7 Agustus 2025, terkait dugaan korupsi proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur. Setelah OTT, KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Andi Lukman Hakim (PIC Kemenkes), Ageng Dermanto (PPK proyek RSUD), Deddy Karnady (PT PCP), dan Arif Rahman (PT PCP) sebagai tersangka.
-
OTT keempat melibatkan Dirut Inhutani V, Dicky Yuana Rady, dan delapan pihak lainnya. Dari sembilan orang yang ditangkap, hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Dicky Yuana Rady, Aditya (Staf Perizinan SB Grup), dan Djunaidi (PT Paramitra Mulia Langgeng).
-
OTT kelima menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer. Dalam OTT Agustus 2026, KPK menetapkan 11 tersangka, termasuk Irvian Bobby Mahendro, Gerry Aditya Herwanto Putra, Subhan, Anitasari Kusumawati, Immanuel Ebenezer Gerungan, Fahrurozi, Hery Sutanto, Sekasari Kartika Putri, Supriadi, Temurila, dan Miki Mahfud.
-
OTT keenam terhadap Gubernur Riau, Abdul Wahid, pada 3 November 2025. Ada 10 orang yang ditangkap, tetapi hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Gubernur Abdul Wahid, M Arief Setiawan (Kepala Dinas PUPR PKPP Riau), dan Dani M Nursalam (Tenaga Ahli Gubernur Riau).
-
OTT ketujuh adalah operasi terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Dalam operasi ini, KPK menangkap lebih dari tujuh orang. Informasi lengkap tentang profil Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dapat ditemukan di sini.