
Bupati Ponorogo Terlibat Operasi Tangkap Tangan KPK
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, 7 November 2025. Kejadian ini menarik perhatian publik dan menjadi topik utama di media sosial.
Sebelumnya, seorang tokoh agama bernama Gus Kautsar, yang merupakan guru di Pondok Pesantren Ploso Kediri, Jawa Timur, menyampaikan komentar tentang Bupati Ponorogo. Dalam sebuah tayangan video YouTube yang beredar luas, Gus Kautsar mengatakan bahwa Sugiri Sancoko adalah bupati paling kere di seluruh Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gus Kautsar mengungkapkan hal tersebut kepada para jamaahnya dengan nada santai dan penuh makna. Ia berkata, "Gus, Njenengan jagone sinten?" kemudian menjawab, "Jagoku mung sithok, awale, Bupati Ponorogo, bupati paling kere sak-Indonesia. Jenenge Sugiri. Jiaaan, bupati kok mlarat susah men, tapi aku demen (suka)."
Gus Kautsar memiliki nama asli Muhammad Abdurrahman Al Kautsar. Ia adalah anak dari KH Nurul Huda Djazuli dan telah besar di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Sejak kecil, ia mempelajari kitab dan berbagai ilmu agama di bawah bimbingan ayahnya.
Dari pantauan, Sugiri Sancoko tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu pagi, 8 November 2025, sekitar pukul 08.10 WIB. Ia datang bersama lima orang lainnya yang juga diamankan dalam operasi tersebut. Sugiri tampak mengenakan pakaian hitam dan menutup wajahnya dengan masker. Rombongan dari Ponorogo itu didampingi oleh polisi dan petugas KPK. Mereka masuk ke gedung tanpa memberikan keterangan apapun kepada wartawan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi adanya OTT di wilayah Jawa Timur, termasuk penangkapan Bupati Ponorogo. Ia menyatakan, "Ada kegiatan tangkap tangan oleh KPK di wilayah Jawa Timur dan salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Ponorogo. Terkait siapa saja yang diamankan, jumlahnya berapa, serta terkait dengan perkara apa, nanti kami akan update secara berkala karena saat ini tim masih di lapangan."
Budi belum dapat memberikan informasi mengenai barang bukti yang disita dalam OTT. Namun, ia menegaskan bahwa semua perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi kepada publik. "Jadi nanti selain pihak-pihak yang diamankan, kemudian barang buktinya apa saja, nanti kami akan update," ujarnya.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi bahwa operasi tersebut terkait dugaan korupsi dalam mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. "Benar," ujar Fitroh singkat saat dikonfirmasi Jumat 7 November 2025. "Mutasi dan promosi jabatan," tambahnya.
Proses Penyelidikan dan Reaksi Publik
Operasi OTT ini menunjukkan bahwa KPK terus aktif dalam menindak dugaan korupsi di berbagai daerah. Selain itu, kejadian ini juga memicu reaksi dari masyarakat, terutama di kalangan pengguna media sosial. Banyak netizen yang memberikan komentar terkait situasi ini, baik mendukung maupun mengkritik tindakan KPK.
Pihak KPK berkomitmen untuk terus melakukan penyelidikan dan memberikan informasi yang transparan kepada publik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga anti-korupsi tersebut.
Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi pejabat setempat untuk tetap menjalankan tugasnya dengan integritas dan transparansi. Korupsi dalam mutasi dan promosi jabatan bisa merusak sistem pemerintahan dan merugikan rakyat.