Bupati Rizal Soroti Tingginya Angka Anak Tidak Sekolah di Rapat Pendidikan Sigi

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Bupati Rizal Soroti Tingginya Angka Anak Tidak Sekolah di Rapat Pendidikan Sigi
Bupati Rizal Soroti Tingginya Angka Anak Tidak Sekolah di Rapat Pendidikan Sigi

Rapat Koordinasi Pembangunan Pendidikan di Kabupaten Sigi

Pemerintah Kabupaten Sigi mengadakan rapat koordinasi terkait program kerja Bupati dan Wakil Bupati Sigi periode 2025–2030, khususnya dalam bidang pendidikan. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kesenian Taman Taiganja, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah, pada Jumat (7/11/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi Hajar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ardin, serta perwakilan kepala sekolah dan guru dari seluruh wilayah Kabupaten Sigi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam arahannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi fokus utama pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, ada dua tantangan besar yang saat ini dihadapi oleh Kabupaten Sigi, yaitu tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) dan rendahnya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan.

Berdasarkan data PUSDATIN Kemendikdasmen Tahun 2025, Bupati Sigi memaparkan bahwa sebanyak 3.821 anak di Sigi tercatat belum pernah bersekolah (BPB), dengan jumlah tertinggi berada di Kecamatan Sigi Biromaru sebanyak 559 anak. Selain itu, terdapat 981 anak drop out (DO) dari jenjang kelas 1 hingga kelas 12, serta 407 siswa SD dan 839 siswa SMP yang lama tidak masuk sekolah (LTM).

“Permasalahan ini harus kita kaji secara mendalam. Jangan hanya disebabkan oleh pernikahan dini, tapi juga karena faktor kesulitan belajar, beban ekonomi, dan kurangnya motivasi anak,” ujar Bupati Rizal.

Bupati juga menyoroti masih rendahnya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sektor pendidikan, baik dari segi sarana prasarana maupun kompetensi tenaga pendidik. Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi untuk mendorong peningkatan SPM secara menyeluruh. Bupati bahkan meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk memaparkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) secara langsung di hadapannya agar perencanaan tahun depan lebih terarah.

Untuk mengatasi kendala ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menyiapkan beberapa program bantuan pendidikan. Salah satunya adalah pemberian paket pakaian sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Program ini akan diberikan setiap tahun. Tahap awal disiapkan 806 paket untuk jenjang SMP dan 1.500 paket untuk SD, dan akan ditambah lagi untuk jenjang PAUD dan SMA pada anggaran perubahan,” jelas Bupati Rizal.

Selain itu, Pemda juga melanjutkan Program Sigi Masagena, yang mencakup beasiswa bagi siswa SMP/SMA, santri pondok pesantren, anak-anak panti asuhan, serta mahasiswa berprestasi, termasuk yang melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri seperti Yaman.

Terkait penyaluran bantuan, Bupati meminta seluruh kepala sekolah untuk mempercepat proses pendataan siswa penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa sekolah yang tidak menyampaikan data secara tepat waktu berisiko membuat muridnya tidak mendapat bantuan.

“Yang berhak menerima bantuan adalah anak-anak dari keluarga Desil 1 sampai 3 untuk SMP dan Desil 1 sampai 4 untuk SD,” tegas Bupati.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sigi untuk mempertegas arah kebijakan pembangunan di sektor pendidikan. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat, Bupati berharap kualitas pendidikan di Sigi dapat meningkat signifikan selama periode kepemimpinannya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan