Kebijakan Efisiensi yang Ketat di Kabupaten Subang
Pemerintah Kabupaten Subang sedang bersiap menghadapi tahun anggaran 2026 dengan kebijakan yang sangat ketat dan ekstrem. Hal ini dilakukan setelah pemerintah pusat melakukan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai lebih dari 50 persen, atau sekitar Rp361 miliar. Dengan adanya pengurangan dana tersebut, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), memutuskan untuk memimpin strategi efisiensi besar-besaran di lingkungan Pemkab Subang.
Salah satu langkah utama yang diambil adalah penghapusan total biaya operasional yang selama ini dianggap rutin. Kang Rey menegaskan bahwa mulai tahun depan, anggaran makan minum (mamin) akan dihapus benar-benar 100 persen. Selain itu, semua urusan yang tidak penting juga akan dihilangkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita efisiensi, efisiensi, efisiensi. Semua kegiatan yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat akan kita hentikan," ujarnya, menekankan fokus pada penggunaan uang rakyat yang benar-benar produktif.
Strategi Efisiensi yang Melibatkan Seluruh OPD
Langkah efisiensi ini tidak hanya terbatas pada penghapusan mamin, tetapi juga meliputi pemangkasan Biaya Perjalanan Dinas hingga 50 persen serta peniadaan berbagai kegiatan yang dianggap tidak mendesak dan tidak berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Reynaldy menginstruksikan penghapusan total biaya operasional yang selama ini dianggap rutin di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuannya adalah agar program prioritas daerah, seperti perbaikan infrastruktur jalan dan peningkatan pelayanan publik, tidak terhambat akibat pemotongan dana pusat.
Efisiensi ini juga merupakan pilihan realistis agar anggaran bisa dialokasikan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
Lobi Intensif ke Pemerintah Pusat
Selain penghematan internal, Bupati Subang bergerak di dua lini strategis dengan melakukan lobi ke Pemerintah Pusat. Kang Rey secara aktif melakukan lobi intensif agar Kabupaten Subang mendapat perhatian khusus dan keringanan dari dampak pemotongan dana tersebut.
"Saya sudah melobi pemerintah pusat agar Subang mendapat perhatian khusus," katanya.
Dalam rapat staf, Senin (20/10/2025), Kang Rey meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyusun target PAD 2026 yang realistis, progresif, dan berbasis potensi riil, demi menutup kekurangan anggaran demi peningkatan PAD progresif.
Peningkatan PAD Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor
Bupati juga menyoroti kinerja Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tingkat wilayah. Ia meminta Bapenda Subang mengevaluasi kecamatan dan desa yang capaian PBB-nya masih di bawah 50 persen, serta melakukan pembinaan intensif. Bupati juga menginstruksikan percepatan kinerja OPD:
"Kolaborasi lintas sektor sangat penting. Peningkatan PAD bukan hanya tugas Bapenda, tetapi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah,” ucap Bupati.
Langkah-Langkah Efisiensi yang Diambil
Berikut beberapa langkah efisiensi yang telah diambil oleh Pemkab Subang:
- Penghapusan total anggaran makan minum (mamin)
- Pemangkasan Biaya Perjalanan Dinas hingga 50 persen
- Peniadaan berbagai kegiatan yang dianggap tidak mendesak
- Evaluasi kecamatan dan desa yang capaian PBB-nya masih di bawah 50 persen
- Pembinaan intensif terhadap wilayah-wilayah yang belum optimal dalam pencapaian PAD
- Meningkatkan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan PAD
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Subang berharap dapat menghadapi tahun anggaran 2026 dengan lebih baik dan efisien, sambil tetap menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.