
SUMENEP, aiotrade
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana alam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Pernyataan ini disampaikan menyusul peningkatan curah hujan yang terjadi di wilayah Sumenep, Jawa Timur.
Fauzi menekankan bahwa kewaspadaan harus dilakukan sejak dini, meskipun pemerintah kabupaten berharap tidak ada bencana yang terjadi. Menurutnya, persiapan awal menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami tidak ingin bencana terjadi di Kabupaten Sumenep, tetapi sikap waspada perlu dilakukan sejak dini,” ujar Fauzi dalam pernyataannya pada Rabu (17/12/2025). Ia juga meminta masyarakat untuk aktif terlibat dalam upaya mitigasi bencana, karena Pemkab Sumenep tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat dalam menjaga keselamatan dan lingkungan.
Beberapa langkah pencegahan sederhana yang disarankan oleh Bupati antara lain:
- Membersihkan saluran air agar tidak tersumbat
- Tidak membuang sampah sembarangan
- Memangkas pohon yang rawan tumbang
Fauzi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat hujan deras. Selain itu, bagi warga yang akan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru, ia meminta untuk memperhatikan kondisi cuaca. Jika cuaca dinilai membahayakan keselamatan, maka sebaiknya perjalanan ditunda.
“Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan,” harapnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik, tetapi tetap waspada selama periode akhir tahun. Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Monsun Asia mulai aktif dan meningkatkan curah hujan di Indonesia. Aktivitas atmosfer seperti Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Equator mulai memicu hujan lebat di sejumlah wilayah.
BMKG juga mencatat adanya seruak dingin Siberia serta potensi bibit siklon tropis di selatan Indonesia. Dalam periode 28 Desember hingga 10 Januari, wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi, dengan curah hujan mencapai 300–500 milimeter per bulan.
Dengan informasi tersebut, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan siap mengambil tindakan jika diperlukan. Kesiapan dan kewaspadaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem.