Bupati Takalar Bertemu Wakil Menteri KKP Bahas Penguatan Ekonomi Pesisir

Bupati Takalar Bertemu Wakil Menteri KKP Bahas Penguatan Ekonomi Pesisir
Bupati Takalar Bertemu Wakil Menteri KKP Bahas Penguatan Ekonomi Pesisir

Bupati Takalar Menghadap Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, melakukan audiensi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 16, Jakarta Pusat, pada Kamis (7/5/2026). Pertemuan ini dilakukan untuk membahas penguatan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Audiensi tersebut disambut langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan Ashaf. Dalam pertemuan tersebut, Daeng Manye memaparkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Takalar dalam sektor perikanan budidaya.

Potensi Sektor Perikanan Budidaya

Daeng Manye menjelaskan bahwa sektor perikanan budidaya menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat pesisir Takalar. Ia menyampaikan data bahwa pada tahun 2025, luas lahan budidaya rumput laut mencapai 3.046 hektare dan tambak seluas 3.979 hektare dengan total volume produksi sebesar 643.967 ton serta nilai produksi mencapai Rp837 miliar.

Ia menekankan bahwa pengembangan perikanan budidaya di Takalar difokuskan pada tiga ekosistem utama, yaitu:

  • Budidaya air laut
  • Budidaya air payau
  • Budidaya air tawar

Menurutnya, pengembangan ini menjadi bagian dari visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pengembangan Budidaya Air Laut

Di sektor budidaya air laut, Takalar mengembangkan rumput laut seperti Eucheuma cottonii, spinosum, Gracilaria sp, hingga lawi-lawi. Selain itu, daerah ini juga fokus pada budidaya lobster di sejumlah wilayah pesisir.

Sentra budidaya rumput laut tersebar di Kecamatan Mangarabombang, Laikang, Mappakasunggu, hingga Sanrobone. Wilayah-wilayah ini selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir Takalar.

Pengembangan Budidaya Air Payau

Untuk sektor budidaya air payau, Takalar memiliki potensi pengembangan tambak udang windu, vannamei, dan bandeng. Pemerintah daerah bahkan mendorong sistem polikultur yang mengombinasikan bandeng, udang, dan gracilaria.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tambak masyarakat.

Pengembangan Budidaya Air Tawar

Di sektor budidaya air tawar, Pemkab Takalar mengembangkan budidaya ikan lele dan nila. Pengembangan tersebut dilakukan melalui sistem kolam terpal, bioflok, maupun kolam tanah.

Lokasi pengembangan tersebar di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Galesong Selatan, Sanrobone, hingga Polongbangkeng Utara.

Visi Pemerintah Daerah

Daeng Manye berharap sektor perikanan budidaya menjadi kekuatan ekonomi baru daerah yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal Takalar.

Selain membahas perikanan budidaya, Daeng Manye juga memaparkan progres pengembangan Kawasan Nelayan Modern Percontohan (KNMP) di Takalar. Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor perikanan tangkap melalui pengembangan kawasan tersebut.

Progres Pengembangan KNMP

Ia menjelaskan progres KNMP Takalar saat ini terus berjalan, mulai dari pembangunan fasilitas penunjang hingga penyediaan sarana pendukung aktivitas nelayan dan pengolahan hasil perikanan.

Pada tahun 2026, terdapat empat lokasi usulan calon KNMP yang telah disurvei oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Boddia, Bontokanang, Sampulungan, dan Topejawa.

Daeng Manye menuturkan pengembangan kawasan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah memperkuat ekonomi pesisir berbasis potensi kelautan dan perikanan.

Tanggapan Wakil Menteri

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan Ashaf, menyambut baik paparan Pemerintah Kabupaten Takalar. Ia menilai Takalar memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat. Menurutnya, pengembangan sektor kelautan dan perikanan membutuhkan kolaborasi agar hasilnya lebih maksimal bagi masyarakat.