Kehadiran Wakil Menteri Desa dalam Audiensi dengan Bupati Takalar
Pada hari Kamis (24/10), Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendesa PDT), Ahmad Riza Patria, menerima audiensi dari Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye. Pertemuan ini berlangsung di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Pemberdayaan Masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Takalar menyampaikan kondisi terkini pembangunan desa di kabupaten tersebut, khususnya di Kecamatan Kepulauan Tanakeke. Wilayah ini merupakan satu-satunya daerah kepulauan di Kabupaten Takalar yang terdiri dari enam desa dengan sekitar 8.000 penduduk. Bupati menjelaskan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah desa mandiri, dari 16 menjadi 43 desa pada tahun 2025. Namun, masih tersisa empat desa berstatus tertinggal, yaitu Mattiro Baji, Rewatayya, Balangdatu, dan Minasa Baji.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Masalah Utama yang Dihadapi Wilayah Kepulauan Tanakeke
Selama audiensi, beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh wilayah kepulauan Tanakeke terungkap. Dua tantangan besar yang masih menjadi kendala adalah:
- Keterbatasan air bersih Warga masih membeli air tawar dari daratan yang diangkut menggunakan perahu, dengan biaya yang sangat tinggi.
- Belum tersedianya jaringan listrik permanen Sebagian besar rumah tangga hanya mengandalkan genset, yang memiliki biaya operasional mahal.
Kedua masalah ini berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, produktivitas nelayan dan petani rumput laut, serta pelayanan publik di desa-desa kepulauan.

Inovasi ALI untuk Membangun Desa Mandiri
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap adanya dukungan dan pendampingan dari Kemendes PDT dalam merencanakan dan mengembangkan solusi terpadu berbasis desa yang mengintegrasikan Air, Listrik, dan Internet (ALI).
Konsep ALI dirancang sebagai model inovatif layanan dasar terpadu bagi masyarakat kepulauan. Sistem ini mencakup:
- Penyediaan air bersih melalui teknologi penampungan air hujan komunal atau penyulingan air laut (SWRO).
- Listrik berbasis energi terbarukan, seperti PLTS mini-grid skala desa.
- Internet desa untuk mendukung digitalisasi pelayanan publik dan pendidikan.
Dengan keterlibatan BUMDes dan BUMDesma sebagai pengelola lokal, program ALI diharapkan dapat mendorong transformasi empat desa tertinggal di Tanakeke menjadi desa berkembang dan mandiri.
Komitmen Wakil Menteri Desa
Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria menyambut baik paparan yang disampaikan oleh Bupati Takalar. Ia menegaskan komitmen Kemendes PDT untuk terus memperkuat dukungan bagi daerah kepulauan yang menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur dasar.
Wilayah kepulauan seperti Tanakeke membutuhkan pendekatan berbeda. Integrasi air, listrik, dan internet akan menjadi kunci pemerataan pembangunan desa di masa depan, ujar Wamendesa.
Langkah berikutnya akan diarahkan pada penyusunan rencana aksi teknis bersama antara Pemkab Takalar dan Kemendes PDT agar inisiatif ALI (Air, Listrik, Internet) dapat segera diwujudkan sebagai program percontohan untuk wilayah kepulauan tertinggal di Indonesia Timur.