Bupati Tegal Pantau Normalisasi Sungai Jembangan di Tembok Lor, Warga Harap Tak Kebanjiran Lagi

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Bupati Tegal Pantau Normalisasi Sungai Jembangan di Tembok Lor, Warga Harap Tak Kebanjiran Lagi
Bupati Tegal Pantau Normalisasi Sungai Jembangan di Tembok Lor, Warga Harap Tak Kebanjiran Lagi

Kunjungan Bupati Tegal ke Proyek Normalisasi Sungai Jembangan

KABAR TEGAL – Pada Jumat, 7 November 2025 siang, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melakukan kunjungan langsung ke proyek normalisasi Sungai Jembangan di Desa Tembok Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Proyek ini menjadi harapan besar bagi warga setempat untuk mengatasi ancaman banjir tahunan yang selama ini mengganggu kehidupan mereka.

Proyek Normalisasi Sepanjang 2,4 Kilometer
Pekerjaan normalisasi Sungai Jembangan mencakup panjang sekitar 2,4 kilometer, mulai dari Desa Ujungrusi hingga Tembok Kidul, Kecamatan Adiwerna. Selama proses pengerjaan berlangsung, tidak ditemukan hambatan berarti. Bahkan, masyarakat setempat memberikan dukungan penuh agar proyek segera rampung.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bupati Ischak Maulana Rohman bersama Wakil Bupati Ahmad Kholid turun langsung meninjau proyek tersebut, didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ia memastikan proyek yang dibiayai dari APBN Tahun 2025 ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Bagian dari Revitalisasi Jaringan Irigasi dan Bendung Danawarih
“Ini bagian dari satu paket besar revitalisasi jaringan irigasi dan Bendung Danawarih dengan total anggaran sekitar Rp65 miliar,” kata Bupati Ischak. “Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat karena proyek sebesar ini tidak mungkin dibiayai dari APBD Kabupaten Tegal.”

Menurutnya, normalisasi Sungai Jembangan memang sudah mendesak dilakukan. Sedimentasi yang mencapai 2 hingga 3 meter membuat aliran air tersumbat dan sering menimbulkan banjir saat musim hujan. “Dulu ketinggian air bisa sampai dada orang dewasa. Sekarang, setelah dinormalisasi, mudah-mudahan banjir jadi sejarah masa lalu,” ujarnya dengan nada optimistis.

Dukungan Penuh dari Warga
Bupati menambahkan, masyarakat sangat antusias mendukung pelaksanaan proyek tersebut. Bahkan, warga ikut membantu agar pekerjaan bisa selesai lebih cepat. “Warga senang sekali, karena mereka tahu betapa repotnya menghadapi banjir setiap tahun,” katanya.

Ischak juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Kalau sungai ini kita rawat bersama, manfaatnya akan dirasakan semua. Jangan sampai setelah dinormalisasi malah kembali tersumbat karena sampah,” tegasnya.

Warga Tembok Lor Rasakan Dampak Positif
Kepala Desa Tembok Lor, Aenur Rohman, mengakui bahwa banjir dari luapan Sungai Jembangan selama ini menjadi momok tahunan bagi warganya. “Di desa kami ada empat RT yang selalu kebanjiran, yaitu RT 2, 3, 4, dan 5 RW 01. Setiap musim hujan, air meluap karena sungai penuh lumpur. Tapi sekarang kami bersyukur, mudah-mudahan setelah normalisasi selesai, banjir tak datang lagi,” ujar Aenur penuh harap.

Ia mengingat kembali banjir besar tahun 2018, ketika tinggi air mencapai dada orang dewasa dan berlangsung hingga tiga hari. “Banjir waktu itu bukan hanya merusak rumah, tapi juga menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah karena hewan ternak hanyut dan aktivitas warga lumpuh total,” jelasnya.

Proyek Ditarget Rampung Akhir November 2025
Sementara itu, Suparno, perwakilan dari PT Minarta Dutahutama selaku pelaksana proyek, menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi Sungai Jembangan dimulai sejak awal Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada akhir November 2025. “Panjang sungai yang dinormalisasi sekitar dua kilometer, dengan lebar antara 5 hingga 8 meter. Kedalaman pengerukan disesuaikan dengan tinggi talud. Kendala hanya di beberapa titik yang memiliki jembatan, sehingga alat berat sulit masuk. Untuk itu, kami kerjakan secara manual dengan 15 pekerja setiap hari,” paparnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan