Bupati Tulungagung Minta SPPG Jujur dan Evaluasi Kasus Keracunan

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Bupati Tulungagung Minta SPPG Jujur dan Evaluasi Kasus Keracunan
Bupati Tulungagung Minta SPPG Jujur dan Evaluasi Kasus Keracunan

Evaluasi Kebijakan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tulungagung

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka antara Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan para pemangku kepentingan dalam penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan sebagai bagian dari evaluasi setelah terjadi kasus keracunan massal di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Boyolangu.

Menurut Bupati, ada laporan bahwa beberapa SPPG tidak memperbolehkan camat untuk melihat proses produksi makanan. Ia menegaskan bahwa SPPG harus selalu berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, khususnya di tingkat kecamatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Camat ingin melihat proses produksi, tetapi tidak diperbolehkan. SPPG diminta untuk lebih terbuka dan menjalin komunikasi dengan semua pihak,” ujar Gatut Sunu pada Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara SPPG dengan camat, Komandan Koramil, serta tokoh masyarakat sangat penting. Dengan adanya komunikasi yang lancar, diharapkan tidak muncul kesan negatif terhadap program MBG. Selain itu, komunikasi juga menjadi sarana untuk mencari solusi masalah yang muncul agar segera teratasi.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa komunikasi yang terbuka akan membantu mengungkapkan hal-hal positif dari program tersebut. Ia menekankan bahwa kasus keracunan massal tidak boleh terjadi lagi di Kabupaten Tulungagung.

Penyebab Keracunan Massal di SMPN 1 Boyolangu

Sebelumnya, terjadi kasus keracunan pada 68 siswa yang mengonsumsi menu MBG pada hari Senin (13/10/2025) pagi. Para korban terdiri dari 67 siswa SMPN 1 Boyolangu dan 1 siswa SDN 1 Tanggung, Kecamatan Campurdarat.

Keracunan terjadi pada hari pertama perpindahan dapur dari SPPG Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat ke SPPG Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat. Dari total pasien, lima di antaranya dirujuk ke rumah sakit karena kondisi mereka cukup parah.

Bupati menilai bahwa kejadian ini adalah musibah, bukan tindakan sengaja oleh pihak SPPG. Ia menekankan bahwa jumlah kejadian keracunan dibanding seluruh penerima MBG masih sangat kecil.

“Menurut saya, kejadian ini masih wajar. Kami akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Bupati.

Langkah Perbaikan dan Pendampingan

Gatut Sunu menekankan bahwa program MBG masih dalam tahap pengembangan dan perlu dilakukan evaluasi secara berkala. Ia menyatakan bahwa pihak Satgas percepatan MBG memberikan pendampingan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik.

Beberapa langkah yang direncanakan antara lain:

  • Meningkatkan koordinasi antara SPPG dengan pihak-pihak terkait seperti camat dan tokoh masyarakat.
  • Memastikan transparansi dalam proses produksi makanan.
  • Melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan penyimpanan makanan.
  • Memberikan pelatihan tambahan kepada tenaga pengelola SPPG.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan aman bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Tulungagung.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan