
Angka Investor Pasar Modal di Maluku Tengah Masih Rendah
Di tengah perkembangan ekonomi yang terus berkembang, jumlah investor di Kabupaten Maluku Tengah masih tergolong rendah. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah investor Pasar Modal di wilayah ini mencapai sekitar 9.400 orang pada tahun 2025. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan Kota Ambon yang memiliki hingga 21 ribu investor.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Kepala Wilayah Maluku Maluku Utara, Bursa Efek Indonesia (BEI), Rahma Salampessy, saat berada di Masohi, Sabtu (8/11/2025). Ia menjelaskan bahwa meskipun angka ini sudah cukup baik, namun jika dilihat dari jumlah penduduk, masih ada ruang untuk peningkatan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Sebenarnya belum begitu tinggi, makanya kita berkomitmen supaya kita akan selalu melaksanakan kegiatan dengan harapan bahwa jumlah investor Pasar Modal di Malteng bisa meningkat lagi dari tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Menurut Rahma, Maluku Tengah berada di posisi tiga atau empat dalam hal jumlah investor yang menanam saham di pasar modal. Meski begitu, ia mengakui bahwa tantangan ekonomi dan sosial saat ini membuat investasi menjadi semakin penting.
"Berbicara tentang investasi di tengah tantangan kondisi sosial dan ekonomi saat ini, investasi bukan lagi menjadi sebuah pilihan tapi menjadi sebuah kebutuhan," ungkap Rahman.
Ia menerangkan bahwa tujuan utama dari investasi adalah untuk mengimbangi inflasi serta meningkatkan jumlah aset. Dalam konteks ini, Maluku Tengah memiliki potensi besar dalam pasar modal, terutama dari sisi ekonomi.
"Tapi memang PR kami adalah bagaimana kita bisa meningkatkan literasi dan juga inklusi pasar modal. Kami dari bursa efek itu berkomitmen dengan dukungan pemerintah untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan literasi keuangan dan inklusi," pungkas Rahma.
Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi Investor
Untuk meningkatkan partisipasi investor di Maluku Tengah, BEI bersama pemerintat setempat telah merancang beberapa strategi. Beberapa di antaranya adalah:
- Pelaksanaan program edukasi keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal.
- Pengembangan kerja sama dengan lembaga pendidikan dan komunitas lokal agar lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam investasi.
- Penyediaan layanan digital yang memudahkan akses bagi para investor, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Selain itu, BEI juga berencana untuk menyelenggarakan seminar dan workshop secara rutin di berbagai kota dan kabupaten di Maluku. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat tentang manfaat dan risiko investasi.
Potensi Ekonomi yang Masih Terbuka
Maluku Tengah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, terutama dalam sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Dengan adanya peningkatan literasi dan inklusi pasar modal, diharapkan dapat memanfaatkan potensi tersebut secara optimal.
Investor tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian daerah. Dengan demikian, partisipasi investor di pasar modal dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Maluku Tengah.