Pemkot Semarang Bantu Penanganan Korban Kecelakaan Bus di Pemalang
Pemerintah Kota Semarang telah mengambil langkah cepat dalam menangani korban kecelakaan bus yang terjadi di Exit Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang. Empat unit mobil ambulans dikirimkan ke tiga rumah sakit di wilayah tersebut untuk membantu penanganan warga Semarang yang menjadi korban kecelakaan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Setelah menerima informasi tentang rombongan tersebut dari Kota Semarang, saya langsung meminta Dinas Kesehatan untuk segera mengirimkan ambulans ke Pemalang," ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat memberikan keterangan di Semarang pada hari Sabtu.
Agustina menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit di wilayah Pemalang, untuk memulangkan empat korban meninggal dunia ke rumah duka masing-masing di Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur. "Karena terkait pemakaman, kami meminta izin untuk mengutamakan para jenazah kembali ke keluarganya masing-masing," tambahnya.
Ia juga memastikan bahwa Pemkot Semarang akan memberikan dukungan penuh terhadap penanganan dan perawatan korban, baik yang mengalami luka ringan maupun berat, sesuai rekomendasi dari rumah sakit setempat. "Kami melihat perkembangan di lapangan. Para korban jika dirasa perlu dirawat di sana, kami akan bantu menyampaikan kepada pihak keluarga," katanya.
Agustina menambahkan bahwa dua rumah sakit di Semarang, yaitu RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro (RSWN) dan Rumah Sakit Mijen, telah disiapkan apabila diperlukan pemindahan perawatan korban hingga sembuh total. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa korban tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan.
"Kami akan memastikan warga yang menjadi korban mendapat jaminan kecelakaan dari Jasa Raharja, jika lebih dari Rp20 juta bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk para korban yang belum memiliki BPJS Kesehatan, Pemkot Semarang pun akan memfasilitasi dengan UHC," ujarnya.
Peristiwa Kecelakaan yang Menimpa Rombongan FKK Bendan Ngisor
Sebelumnya, sebuah bus wisata yang mengangkut rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur, mengalami kecelakaan tunggal di Exit Tol Gandulan, Pemalang, pada Sabtu (25/10) sekitar pukul 09.10 WIB. Bus berpenumpang 34 orang itu tengah menuju objek wisata Guci di Kabupaten Tegal ketika mengalami gangguan sistem pengereman di tikungan jalur keluar tol, hingga menabrak pembatas jalan dan terguling.
Akibat peristiwa tersebut, empat orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, 13 orang luka ringan, dan 16 lainnya selamat. Seluruh korban dievakuasi ke tiga rumah sakit berbeda untuk mempercepat penanganan, yakni RS Medika Pemalang, RSI Al-Ikhlas Taman, dan RS Siaga Medika Pemalang.
"Atas nama Pemkot Semarang, kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Semoga korban yang meninggal dunia dapat diterima di sisi-Nya dan korban yang mengalami luka segera kembali pulih," ucap Agustina.