Busi NGK Palsu Beredar, Niterra: Segmen Motor Paling Rentan

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 17x dilihat
Busi NGK Palsu Beredar, Niterra: Segmen Motor Paling Rentan

Penemuan Mengejutkan tentang Busi Palsu NGK di Pasar Otomotif

PT Niterra Mobility Indonesia mengungkap fakta mengejutkan terkait maraknya peredaran busi palsu bermerek NGK di pasar otomotif Tanah Air. Melalui kuasa hukumnya, perusahaan menyebut hampir seluruh jenis busi NGK, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, telah ditemukan versi palsunya di pasaran.

“Hampir semua ada barang palsunya,” ujar Ammar Gill, kuasa hukum PT Niterra Mobility Indonesia, saat ditemui di Jakarta, Selasa (16/12). Ia menegaskan, berdasarkan hasil temuan internal perusahaan, busi palsu tidak hanya menyasar kendaraan roda empat, tetapi justru paling banyak beredar pada segmen kendaraan roda dua atau sepeda motor.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Busi Motor NGK Paling Banyak Dipalsukan

Menurut Ammar, busi NGK untuk sepeda motor menjadi produk yang paling sering dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Hal ini tidak lepas dari tingginya populasi sepeda motor di Indonesia serta kebutuhan konsumen yang besar terhadap komponen pengapian tersebut.

“Hasil temuan kami, baik busi untuk kendaraan roda dua ataupun roda empat hampir pasti ada palsunya. Namun, yang paling banyak dipalsukan adalah busi untuk kendaraan roda dua,” jelas Ammar. Ia menambahkan, busi yang paling banyak dipalsukan umumnya merupakan tipe yang memiliki harga relatif terjangkau dan permintaan pasar yang sangat tinggi.

“Dari harga termasuk yang paling murah dan dianggap demand-nya sangat tinggi. Sehingga busi ini banyak dipalsukan,” kata Ammar.

Penjualan Busi Palsu Marak di E-Commerce

Lebih lanjut, Ammar mengungkapkan bahwa mayoritas penjualan busi palsu saat ini terjadi melalui platform e-commerce atau toko online. Kemudahan transaksi digital dimanfaatkan oleh oknum penjual untuk menyebarkan produk palsu dengan cepat dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Penjual busi palsu kebanyakan dari e-commerce atau toko online,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa keberadaan platform digital mempermudah para pelaku usaha ilegal dalam mendistribusikan produk palsu kepada masyarakat luas.

Dampak Kerugian Finansial yang Signifikan

Akibat maraknya peredaran busi NGK palsu, PT Niterra Mobility Indonesia mengaku mengalami kerugian finansial yang tidak sedikit. Perusahaan memperkirakan total kerugian yang ditimbulkan akibat pemalsuan produk tersebut mencapai Rp 2 miliar.

Hal ini menunjukkan betapa seriusnya isu pemalsuan produk ini, terutama karena busi NGK merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengapian kendaraan. Penggunaan busi palsu dapat berdampak buruk pada kinerja mesin, keamanan berkendara, dan bahkan risiko kecelakaan.

Tips untuk Menghindari Pembelian Busi Palsu

Untuk menghindari pembelian busi palsu, konsumen disarankan untuk:

  • Memastikan sumber pembelian dari toko resmi atau agen yang terpercaya.
  • Mengecek kode atau serial produk untuk memastikan keaslian.
  • Menghindari penawaran harga yang terlalu murah dibandingkan harga pasar normal.
  • Membaca ulasan dan rating dari pembeli lain sebelum melakukan pembelian.

Kesimpulan

Isu busi palsu NGK yang marak di pasar otomotif Indonesia menjadi perhatian serius bagi produsen dan konsumen. Dengan adanya penemuan ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dalam memilih produk dan memastikan keaslian barang yang dibeli. Selain itu, pihak berwajib juga diharapkan dapat memberikan tindakan tegas terhadap pelaku pemalsuan untuk menjaga kualitas produk dan kepercayaan konsumen.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan