Cabai dan Beras Melonjak, DKI Usulkan 5 Solusi Atasi Harga

admin.aiotrade 24 Sep 2025 3 menit 18x dilihat
Cabai dan Beras Melonjak, DKI Usulkan 5 Solusi Atasi Harga
Cabai dan Beras Melonjak, DKI Usulkan 5 Solusi Atasi Harga

Upaya Pemprov DKI Jakarta dalam Mengendalikan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya untuk menangani kenaikan harga bahan pokok yang mengganggu kehidupan masyarakat. Beberapa komoditas seperti cabai, beras, dan telur mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan warga. Untuk meredam situasi ini, Pemprov DKI mengumumkan lima langkah strategis yang bertujuan menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan pangan.

Langkah Pertama: Pemantauan Rutin Harga dan Ketersediaan

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pemantauan rutin terhadap harga dan ketersediaan pangan di pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah ini dimaksudkan sebagai sistem peringatan dini agar bisa segera mengambil tindakan jika terjadi peningkatan harga yang tidak wajar. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa pemantauan ini menjadi dasar dari pengambilan kebijakan yang lebih efektif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Langkah Kedua: Program Pangan Murah

Selain pemantauan, Pemprov DKI juga meluncurkan program pangan murah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu. Dalam program ini, masyarakat dapat memperoleh paket berisi beras, daging ayam, telur ayam, daging sapi, ikan kembung, dan susu UHT dengan harga Rp126.000 per paket. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.

Langkah Ketiga: Pengembangan Teknologi Pertanian Perkotaan

Pemprov DKI juga berkomitmen untuk mengembangkan teknologi pertanian perkotaan di lahan terbatas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi sayuran, cabai, dan bawang merah secara mandiri. Dengan demikian, ketersediaan bahan pangan lokal dapat meningkat, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Langkah Keempat: Gerakan Pangan Keliling

Pemprov DKI juga mendorong peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan Perumda Pasar Jaya untuk menggelar Gerakan Pangan Keliling. Mobil keliling ini menjual berbagai jenis bahan pangan seperti beras, daging ayam, telur, daging sapi, cabai, bawang merah, gula pasir, minyak goreng, hingga bahan pangan olahan dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) atau di bawah harga pasar.

Langkah Kelima: Penyaluran Beras Medium SPHP

Terakhir, Pemprov DKI akan mengoptimalkan peran BUMD seperti Perumda Pasar Jaya untuk menyalurkan beras medium SPHP lewat gerai-gerainya, baik di daratan maupun di kepulauan. Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi beras tetap lancar dan stabil di seluruh wilayah Jakarta.

Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok

Menurut data yang dirilis oleh Dinas KPKP DKI Jakarta, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas seperti cabai, telur, dan beras. Misalnya, cabai merah keriting naik 12,68 persen, sedangkan cabai rawit merah naik 5,54 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh penurunan pasokan dari daerah asal akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan gagal panen. Sementara itu, harga beras premium masih relatif tinggi karena aktivitas distribusi beras yang sedang dalam proses pemilihan setelah marak kasus beras oplosan.

Respons Pemprov DKI Jakarta

Meski telah mengambil berbagai langkah, efektivitas dari kebijakan tersebut masih dipertanyakan. Harga cabai dan beras masih terus naik, sehingga masyarakat tetap harus merogoh kocek lebih dalam. Namun, Pemprov DKI tetap berkomitmen untuk memantau dan memastikan ketersediaan pangan cukup, harga terkendali, serta distribusi berjalan lancar.

Rincian Harga Komoditas Pangan

Berdasarkan data Info Pangan Jakarta per tanggal 22 September 2025, berikut rincian harga komoditas pangan yang mengalami kenaikan:

  • Cabe Merah Keriting: Rp 69.900/kg
  • Cabe Rawit Merah: Rp 51.375/kg
  • Cabe Merah Besar (TW): Rp 56.167/kg
  • Telur Ayam Ras: Rp 29.142/kg
  • Ayam Broiler/Ras: Rp 43.042/ekor
  • Beras Setra I/Premium: Rp 16.487/kg

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Pemprov DKI Jakarta berharap mampu mengurangi tekanan harga bahan pokok dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat Jakarta.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan