Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 149,9 Miliar, Didorong Emisi Global Bond

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 149,9 Miliar, Didorong Emisi Global Bond


Indonesia memiliki posisi cadangan devisa yang semakin kuat pada akhir Oktober 2025. Menurut laporan Bank Indonesia (BI), jumlah cadangan devisa negara tersebut mencapai sebesar US$ 149,9 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi di akhir September 2025 yang sebesar US$ 148,7 miliar.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, kenaikan ini berasal dari beberapa sumber. Salah satunya adalah penerbitan global bond oleh pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Hal ini terjadi meskipun BI masih menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Denny menyampaikan bahwa cadangan devisa pada akhir Oktober 2025 setara dengan pembiayaan selama 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlah ini juga berada di atas standar kecukupan internasional yang biasanya sekitar 3 bulan impor.

Adapun, BI menilai bahwa cadangan devisa ini sangat penting dalam mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan. Penguatan ini juga menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Beberapa faktor yang mendukung peningkatan cadangan devisa antara lain:

  • Prospek ekspor yang stabil – Ekspor Indonesia tetap terjaga, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap cadangan devisa.
  • Arus masuk investasi asing – Penanaman modal asing diperkirakan akan terus meningkat karena persepsi positif investor terhadap perekonomian domestik.
  • Imbal hasil investasi yang menarik – Tingkat imbal hasil yang kompetitif memperkuat daya tarik pasar bagi investor asing.

BI juga menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal. Upaya ini bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Selain itu, BI tetap memantau perkembangan pasar keuangan global dan melakukan kebijakan stabilisasi yang sesuai. Hal ini dilakukan agar cadangan devisa tetap dapat digunakan sebagai alat perlindungan dalam situasi ketidakpastian ekonomi global.

Ketahanan sektor eksternal Indonesia terbukti kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Dengan cadangan devisa yang cukup besar, Indonesia memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam menghadapi risiko eksternal.

Tidak hanya itu, cadangan devisa yang baik juga menjadi indikator kesehatan ekonomi suatu negara. Dengan adanya cadangan devisa yang memadai, pemerintah dan BI bisa lebih fleksibel dalam mengambil kebijakan ekonomi yang tepat.

Dalam jangka panjang, BI akan terus memastikan bahwa cadangan devisa tetap terjaga dan berkembang sesuai dengan kebutuhan perekonomian nasional. Ini akan menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan