Cadangan Devisa Oktober 2025 Tembus Rp2,5 Triliun

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 25x dilihat
Cadangan Devisa Oktober 2025 Tembus Rp2,5 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Mencapai 149,9 Miliar Dolar AS pada Oktober 2025

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa cadangan devisa (cadev) Indonesia pada bulan Oktober 2025 mencapai 149,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp2.504,4 triliun (kurs Rp16.707 per dolar AS). Angka ini meningkat sebesar 1,2 miliar dolar AS dibandingkan posisi cadangan devisa pada September 2025 yang berada di angka 148,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.461 triliun.

Alasan Kenaikan Cadangan Devisa Bulan Oktober

Kenaikan cadangan devisa tersebut terutama berasal dari penerbitan global bond atau obligasi global oleh pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Hal ini terjadi di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, kenaikan ini menunjukkan respons positif terhadap langkah-langkah yang diambil oleh BI untuk menjaga stabilitas ekonomi negara. Ia menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa cadangan devisa tetap cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Cadangan Devisa Masih Di Atas Standar Kecukupan Internasional

Posisi cadangan devisa akhir Oktober 2025 setara dengan pembiayaan selama 6,2 bulan impor, atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, cadangan devisa juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank sentral optimistis bahwa ketahanan sektor eksternal akan tetap kuat, didukung oleh prospek ekspor yang terjaga serta arus masuk penanaman modal asing. Arus modal asing tersebut diperkirakan akan terus berlanjut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rincian Posisi Cadangan Devisa Periode Januari-September 2025

Berikut adalah rincian posisi cadangan devisa pada periode Januari hingga Agustus 2025:

  • Januari: 156,1 miliar dolar AS
  • Februari: 154,5 miliar dolar AS
  • Maret: 157,1 miliar dolar AS
  • April: 152,5 miliar dolar AS
  • Mei: 152,5 miliar dolar AS
  • Juni: 152,6 miliar dolar AS
  • Juli: 152 miliar dolar AS
  • Agustus: 150,7 miliar dolar AS
  • September: 148,7 miliar dolar AS

Pada bulan September 2025, cadangan devisa mengalami penurunan menjadi sebesar Rp2.423,8 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pengeluaran pemerintah dan tekanan dari kondisi pasar global. Namun, meskipun ada fluktuasi, cadangan devisa tetap berada di atas standar kecukupan internasional.

Selain itu, kepatuhan terhadap Dana Hibah Ekonomi (DHE) SDA yang tinggi tidak memberikan dampak signifikan terhadap cadangan devisa. Hal ini menunjukkan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap stabil dan mampu menangani berbagai tantangan eksternal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan