
Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Titik Nol Peradaban Islam
Pada hari Rabu (22/10), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau lebih dikenal sebagai Cak Imin memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional 2025. Acara ini digelar di Lapangan Titik Nol Peradaban Islam, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kehadiran acara ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah hingga anggota DPR RI.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Cak Imin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Hari Santri Nasional di lokasi yang memiliki makna sejarah penting. Menurutnya, Titik Nol Peradaban Islam merupakan tempat pertama kali ajaran Islam tumbuh dan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.
"Kita juga bersyukur karena tahun ini menandai sepuluh tahun peringatan Hari Santri Nasional. Lebih bersyukur lagi, peringatan kali ini dilaksanakan di Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Barus, tempat di mana Islam pertama kali tumbuh dan menyebar ke seluruh penjuru negeri," ujar Cak Imin dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa Hari Santri Nasional telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah sejak tahun 2015. Dalam upaya mendukung santri dan Pondok Pesantren, pemerintah telah melahirkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Hal ini menunjukkan komitmen negara untuk terus hadir dalam memberikan dukungan bagi lembaga pendidikan ini.
Cak Imin menekankan bahwa Pondok Pesantren harus menjadi lokomotif kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Ia menilai bahwa santri harus mampu menguasai ilmu dunia dan akhirat.
"Santri harus menjadi wajah asli Nusantara, mencetak talenta produktif nan santun, dan menjadi mercusuar peradaban, kemajuan, dan keunggulan kemanusiaan," ujarnya.
Meskipun demikian, ia tidak menyangkal bahwa masih terdapat 42 ribu pesantren yang harus mengejar ketertinggalan. Namun, ia tetap optimis bahwa Kemenko PM mampu menjadikan pesantren sebagai mercusuar dan lokomotif perubahan bagi ribuan pesantren.
"Kita harus memelihara nilai-nilai unggul yang telah ada, sambil mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik," tambahnya.
Pentingnya Peran Pesantren dalam Pembangunan Bangsa
Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional yang sangat penting. Dengan adanya undang-undang yang melindungi dan mendukung pesantren, diharapkan dapat memperkuat peran mereka dalam membentuk generasi muda yang beriman, berpengetahuan, dan berkarakter.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Peningkatan kualitas pendidikan di pesantren dengan memperluas akses terhadap sumber daya pembelajaran.
- Pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan modern.
- Peningkatan kerja sama antara pesantren dengan institusi pendidikan umum serta industri untuk menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan pesantren.
Dengan peran pesantren yang semakin kuat, diharapkan akan muncul generasi muda yang mampu berkontribusi positif dalam berbagai bidang, baik dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
Kesimpulan
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan di Titik Nol Peradaban Islam menjadi momen penting dalam memperingati peran santri dan pesantren dalam membangun bangsa. Dengan dukungan pemerintah dan komitmen para pemangku kepentingan, pesantren dapat terus berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman yang bermanfaat bagi masyarakat.