Cakra Buana (CBRE) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 30% pada 2026

admin.aiotrade 19 Des 2025 2 menit 16x dilihat
Cakra Buana (CBRE) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 30% pada 2026


PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) memiliki rencana strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara fundamental di tahun 2026. Presiden Direktur CBRE, Suminto Husin Giman, menyatakan bahwa perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30% secara year on year (YoY).

"Kenaikan pendapatan ini didorong oleh adanya kontrak baru dengan PT Gunanusa Utama Fabricators. Dengan adanya kontrak tersebut, kami berharap kinerja keuangan perusahaan semakin kuat," ujarnya dalam acara paparan publik yang digelar pada Kamis (18/12/2025).

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain mengandalkan kontrak baru, CBRE juga berupaya meningkatkan pendapatan melalui kontribusi dari long term charter untuk armada pipe laying dan lifting vessel. Di sisi lain, perusahaan juga fokus pada peningkatan margin kotor melalui efisiensi konsumsi bahan bakar, pengelolaan kru, serta optimalisasi manajemen dan rute operasional.

Untuk menekan beban operasional, CBRE berencana mengurangi biaya sekitar 10%–15% dengan menerapkan struktur biaya yang lebih efisien. Selain itu, perusahaan juga akan mengoptimalkan arus kas melalui penerapan disiplin pengelolaan kas (cashflow discipline) dan penguatan manajemen piutang.

Transformasi ke Sektor Offshore

Suminto menilai tahun 2026 menjadi periode penting bagi CBRE karena transformasi bisnis perusahaan ke sektor offshore migas. Menurutnya, langkah ini membuka peluang pertumbuhan yang signifikan dan diharapkan mampu memperkuat kinerja fundamental perusahaan dalam jangka panjang.

"Ini kan kita sedang melakukan transformasi ke sektor offshore. Salah satu tantangan besar adalah pengalaman dan modal. Namun, dengan struktur yang telah kami bentuk, kami yakin bisa memberikan dampak besar bagi perseroan," ujar Suminto.

CBRE menggaet dua perusahaan untuk mendukung kinerja di sektor offshore migas, yaitu PT Gunanusa Utama Fabricators dan Hilong Marine.

β€œCBRE belum memiliki pengalaman langsung di sektor offshore migas. Tapi dengan adanya Gunanusa dan Hilong, kami dapat ditemani dalam menghadapi industri ini,” tambahnya.

Kontrak Kerja Sama dengan PT Gunanusa Utama Fabricators

Kontrak kerja sama antara CBRE dan PT Gunanusa Utama Fabricators berlangsung selama delapan tahun. Dalam perjanjian tersebut, nilai kontrak yang disepakati untuk tarif harian mencapai US$90.000 per hari, sedangkan pada masa siaga sebesar US$50.000.

Nilai total kontrak ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 4 triliun sepanjang masa kerja sama. Hal ini menjadi bukti bahwa CBRE terus berupaya memperkuat posisi di pasar dan menjalin kemitraan strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dengan berbagai strategi dan kolaborasi yang dilakukan, CBRE optimis mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan 30% YoY di tahun 2026. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat arus kas agar tetap stabil dalam menghadapi dinamika pasar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan