
Profil Calista Amore Manurung yang Viral di Media Sosial
Calista Amore Manurung adalah seorang mahasiswi kedokteran yang kini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) Bali, angkatan 2021. Saat ini, ia sedang menjalani pendidikan koas (koasisten) di Rumah Sakit Umum Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah, Bali.
Calista dikenal sebagai mahasiswi dengan prestasi baik dan aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Beberapa sumber menyebut bahwa ia berasal dari keluarga yang cukup berpendidikan. Kakaknya menempuh pendidikan di luar negeri, dan keluarganya tinggal di Jakarta Barat. Namun, namanya menjadi perbincangan setelah terseret dalam kasus meninggalnya Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa FISIP Unud yang ditemukan tewas di kampusnya setelah diduga melompat dari gedung lantai dua.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kontroversi dalam Grup Chat
Setelah kasus ini viral, nama-nama sejumlah mahasiswa lain muncul. Mereka diduga ikut membully kasus kematian Timothy. Salah satu nama yang mencuat adalah Calista Amore Manurung. Dugaan tersebut muncul setelah seorang dokter bernama dr Guco mengunggah tangkapan layar percakapan grup chat yang berisi candaan dan komentar tidak pantas dari para calon dokter.
Dalam percakapan tersebut, Calista disebut memberikan komentar tidak pantas. Netizen ramai mencari data diri dan informasinya dari LinkedIn. Namun, akun media sosial Calista dikabarkan telah raib setelah namanya mencuat.
Isi Percakapan di Grup WhatsApp
dr Guco membeberkan isi percakapan di dalam grup WhatsApp yang sangat membuatnya geram. Poin-poin percakapan antara mahasiswa, termasuk para calon dokter, sangat tidak pantas dan membuatnya marah. Ia bahkan menyarankan agar para pelaku segera mundur dari pendidikan kedokteran.
“Layak kah untuk lanjut koas? mending berhenti aja, malu. Malu-maluin diri sendiri, keluarga, kampus,” tulisnya. Ia mengaku sengaja memviralkan tindakan para adik tingkatnya karena menilai perbuatan mereka sangat tidak pantas.
Dalam tangkapan layar itu, terlihat seseorang menulis, “Percobaan bunuh diri di kamsud lompat dri lt 2.” Komentar berikutnya, yang diduga ditulis oleh akun Calista Amora, berbunyi, “Gaberasa lt 2 mah.” Ada pula rekan mereka bernama Erick Gonata yang menulis, “Mati ga,” disusul ajakan Calista, “Visit yu.”
Percakapan itu berlanjut dengan nada dingin dan tidak sensitif. Ketika seseorang memberi tahu bahwa korban masih berada di UGD, Erick menulis, “Oh mati?”, kemudian James Halim menimpali, “Oalah mati ya,” lalu Calista bertanya, “Mati?”, dan dijawab singkat, “Ya,” sebelum ia menulis, “Anjir,” yang dibalas James dengan kalimat, “Baguslah.”
Aksi para calon dokter ini membuat dr Guco naik pitam. Ia menuliskan, “Gausah jadi dokter kalau ga punya hati.”
Video Permintaan Maaf
Setelah sosok dan biodatanya dicari, video permintaan maaf Calista Amore Manurung kemudian muncul di media sosial. Dalam video itu, ia mengaku menyesal atas tindakannya. Ia menyampaikan turut berduka cita atas kepergian almarhum Timothy dan memohon maaf kepada seluruh pihak yang tidak berkenan atas perkataan dalam chat-nya.
“Saya menyadari bahwa tindakan nir empati yang saya lakukan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun. Saya sungguh menyesal dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran besar dalam hidup saya, untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, lebih peka terhadap perasaan orang lain dan lebih bertanggungjawab atas setiap kata yang saya ucapkan,” kata Calista.
Tanggapan Rektor Udayana
Rektor Universitas Udayana, Prof I Ketut Sudarsana, menanggapi adanya perundungan di lingkungan kampus. Ia menyatakan bahwa kampus harus menjadi ruang aman, berempati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.
“Kami berduka atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk memperkuat empati dan rasa peduli antar sesama sivitas akademika,” katanya.
Universitas Udayana menegaskan akan menindak tegas segala bentuk tindakan nir-empati, perundungan, maupun kekerasan digital, serta terus memperkuat pendampingan psikologis dan literasi digital di lingkungan kampus.